Share

Hukuman

Author: Erna Azura
last update publish date: 2026-08-22 14:41:24

Langit Lembang sudah benar-benar gelap dan akhirnya pesta pun selesai.

Lampu-lampu kecil masih berpendar di antara pepohonan saat Zyandru dan Vimala meninggalkan venue dengan jemari saling bertaut.

Gaun ivory Vimala sedikit terangkat di satu tangan agar tidak menyapu rumput. Mahkota ranting masih bertengger di kepalanya, meski beberapa helai rambut sudah terlepas dan jatuh membingkai wajah.

Mereka berjalan menuju suite dalam diam.

Bukan diam karena Zyandru masih marah melainkan sebaliknya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Terluka Dalam

    “Aku cinta sama dia, Gas….”Bagas memejamkan mata sambil mengusap punggungnya perlahan.“Iya.”“Aku cinta banget….”“Iya, aku tahu.”“Aku cuma takut.”Bagas kembali mengusap punggungnya.“Aku takut keluarga dia enggak terima aku.”Suaranya teredam dada Bagas.“Aku takut kalau aku harus ngalamin apa yang kak Luna alami.”Tangisnya semakin keras.“Aku enggak mau dia harus ngelawan keluarganya cuma karena aku.”“Iya….”“Aku pikir kalau aku pergi dulu….” Ratu menarik napas tersendat. “…kalau aku pulang setelah aku punya karier sukses, setelah aku punya pendidikan, setelah aku punya semuanya….” Ia tidak mampu menyelesaikan kalimat.Bagas menutup mata. Ada rasa sakit aneh mendengar perempuan yang selama ini selalu tampak kuat kini menangis seperti itu.Namun tidak ada yang bisa ia lakukan selain membiarkannya.Karena terkadang kehilangan memang tidak memiliki obat.Ia hanya membutuhkan waktu untuk diterim

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Hancur

    “Kenapa…?”Bibir Ratu gemetar.Kenapa Zyandru tidak memberitahunya?Mereka baru saja bertemu di Swiss.Berhadapan langsung.Mengobrol.Bahkan Zyandru mengatakan dirinya sedang bertemu klien.Kenapa pria itu tidak berkata, “Neng, Aa sudah menikah.”Sesederhana itu.Kenapa?Lalu Kaluna?Kakak iparnya sendiri.Bagaimana mungkin Kaluna tidak mengatakan apa-apa?Bagaimana Satria juga bisa diam?Padahal mereka berdua tahu.Mereka tahu persis apa yang terjadi antara dirinya dan Zyandru.Mereka tahu bagaimana Zyandru mencintainya.Mereka juga tahu bagaimana Ratu sesungguhnya mencintai pria itu.Namun Ratu yang memilih pergi.Bukan karena tidak cinta.Justru karena terlalu cinta sampai takut.Ingatan lama menyerbu tanpa permisi.Bagaimana Satria dulu datang sebagai laki-laki sederhana.Bukan konglomerat.Bukan bagian dari keluarga besar Konglomerat yang memiliki nama puluha

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Terungkap

    Entah pukul berapa ketika kamar akhirnya benar-benar sunyi.Vimala terbaring di dalam pelukan Zyandru.Rambutnya sudah benar-benar berantakan.Kepalanya berada di dada bidang sang suami yang masih polos dan lembab oleh keringat.Sementara ujung jarinya menggambar sesuatu yang tidak jelas di kulit Zyandru.Beberapa menit berlalu tanpa percakapan.Sampai—“Zyan.”“Hm?”“Aku kapok.”Zyandru membuka mata.“Kenapa?”“Enggak mau dihukum lagi.”Sudut bibir pria itu langsung terangkat.“Padahal tadi—”Telapak tangan Vimala buru-buru menutup mulutnya.“Jangan diterusin!”Zyandru tertawa di balik tangannya.Vimala mendelik.“Pokoknya besok aku akan jadi istri penurut.”Zyandru menarik tangan itu dari mulutnya.“Bagus.”“Enggak akan bantah kamu.”“Hm.”“Enggak bikin kamu marah.”“Bagus.”“Enggak belain kak Robi lagi.”Gerakan tangan Zyandru yang semula mengusap

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Mereka yang Memilih

    Kesepuluh jari Zyandru masuk ke dalam kain berenda tipis di bagian bokong Vimala dan kembali merematnya lembut.Vimala terkesiap, dia refleks maju mendekat membuat bagian bawah perutnya bisa merasakan milik Zyandru yang telah mengeras.Dia tahu bagaimana rupanya, dia tahu bagaimana nikmatnya dan sekarang Vimala sangat menginginkannya.Zyandru menunduk untuk meraup kembali bibir Vimala.Tangan Vimala mulai bekerja membuka gesper, melepaskan kaitan di bagian celana Zyandru sekaligus menurunkan sleting.Kini celana Zyandru bernasib sama dengan gaun Vimala, teronggok di lantai.Zyandru tersenyum puas dalam ciumannya, lantas membawa perlahan tubuh Vimala berbalik membelakanginya.Punggung Vimala sekarang bisa merasakan bagaimana liat dada Zyandru.Tangan dengan gurat otot samar itu perlahan merayap di depan tubuh Vimala.Satu tangan Zyandru naik ke bagian dada Vimala dan bersamaan dengan itu, satu tangan yang lain bergerak turun, masuk ke dalam kain berenda putih.Kepala Vimala b

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Hukuman

    Langit Lembang sudah benar-benar gelap dan akhirnya pesta pun selesai.Lampu-lampu kecil masih berpendar di antara pepohonan saat Zyandru dan Vimala meninggalkan venue dengan jemari saling bertaut.Gaun ivory Vimala sedikit terangkat di satu tangan agar tidak menyapu rumput. Mahkota ranting masih bertengger di kepalanya, meski beberapa helai rambut sudah terlepas dan jatuh membingkai wajah.Mereka berjalan menuju suite dalam diam.Bukan diam karena Zyandru masih marah melainkan sebaliknya.Ada sesuatu yang menggantung di antara mereka sejak ucapan Zyandru beberapa jam lalu.“Yang ada kamu harus dihukum nanti malam.”Jantung Vimala perlahan menaikkan tempo debaran.Dia terus menunduk menyembunyikan wajahnya yang menghangat dengan pipi merah padahal udara Lembang cukup dingin.Begitu pintu suite tertutup, Vimala baru hendak mengatakan sesuatu ketika Zyandru berbalik.Tatapan pria itu membuat kata-katanya hilang.Lantaran sekarang, sudah tidak ada lagi keluarga.Tidak ada tam

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Harus Dihukum

    Setelah sesi dansa, acara dilanjutkan dengan menerima ucapan selamat.Zyandru dan Vimala duduk berdampingan di area pelaminan yang dibuat sederhana di bawah pohon besar.Di sisi Vimala, Bi Tina mendampingi.Burhan juga berada di sana sebagai pihak yang dianggap mewakili keluarga Natamanggala.Yudha sesekali berdiri tidak jauh dari area tersebut.Dan ketiga teman Vimala sedang sibuk menggoda para sepupu Zyandru yang tampan-tampan.Sedangkan di sisi Zyandru, Kama dan Arshavina menemani dengan senyum hangat.Robi tidak terlihat.Dan tidak ada yang benar-benar mempertanyakan.Burhan mengatakan putranya sedang kurang sehat.Tentu hanya dirinya sendiri yang tahu kalau alasan sebenarnya adalah wajah Robi masih dihiasi lebam akibat pukulan Zyandru semalam.Burhan beberapa kali menatap Zyandru dari kejauhan.Namun tidak sekali pun membahas kejadian tersebut.Entah belum tahu.Atau sudah tahu dan memilih menunggu waktu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status