Setelah meninggalkan gang sempit, Aldrin berdiri di tengah jalan yang dipadati lalu lintas. Dia menarik napas dalam-dalam, menghirup udara yang dipenuhi asap kendaraan, tetapi terasa begitu bebas.Di matanya terpancar ketenangan dan tekad yang belum pernah ada sebelumnya.Selama bertahun-tahun, dia hidup seperti seekor anjing yang terus mengitari Yunita, tanpa harga diri ataupun jati diri. Namun, anjing itu sekarang sudah mati.Yang masih hidup adalah Aldrin, seseorang yang memiliki kemungkinan tak terbatas.Tanpa ragu sedikit pun, dia berbalik dan masuk ke bank di seberang jalan. Di depan loket, dia mengabaikan tatapan heran petugas bank. Dari dalam bajunya, dia mengeluarkan dua gepok uang yang diberikan Valen.Satu gepok adalah bayaran karena mempertaruhkan nyawa semalam, sebesar 60 juta. Dia mengambilnya, lalu memasukkannya ke dalam saku. Uang itu akan dia simpan untuk berjaga-jaga.Sedangkan "bonus"-nya, amplop tebal berisi tepat 400 juta itu, adalah uang untuk memulai hidup baru s
Read more