“Apa yang Anda lakukan?!”Mata biru Serena menatap tajam. Gadis itu sekarang tampak seperti petasan yang siap meledak.Di hadapannya, Darius mulai panik setengah mati. Dengan gerakan canggung, ia buru-buru menunjukkan gulungan kain tebal di tangannya. Pria itu adalah seorang panglima perang tangguh yang tak pernah gentar menatap ribuan musuh bersenjata di medan perang. Namun, malam ini, untuk pertama kalinya dalam hidup, lidahnya mendadak kelu dan ia tergagap di depan seorang wanita.“Se-selimut. Aku datang membawakan selimut untukmu,” ujar Darius terbata-bata, menyodorkan benda itu seolah-olah kain tersebut adalah tameng perlindungan terakhirnya.Mata biru Serena menyipit curiga, meneliti selimut tebal itu sebelum mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Langit telah berubah gelap. Serena menyadari bahwa hari sudah malam. Suasana di dalam kereta begitu sepi, menyisakan jarak yang sangat sempit di antara mereka berdua.“Di mana Rere?”
Last Updated : 2026-08-17 Read more