“Waktunya berburu!”Pagi-pagi sekali, Serena sudah tampil memukau. Ia mengenakan gaun sutra berwarna hijau emerald yang mewah, dipadukan dengan riasan wajah sempurna yang membuatnya seolah siap menghadiri pesta megah para bangsawan di istana. Penampilannya sangat mencolok dan berlebihan. “Nyonya, apakah Anda hendak pergi ke suatu tempat?” tanya Rere, pelayan pribadinya, dengan raut heran sembari merapikan lipatan gaun di pinggang Serena.“Aku ingin pergi ke ibu kota,” jawab Serena sembari bersenandung kecil. Senyum tipis tak pernah lepas dari bibirnya sejak ia terbangun dari tidur nyenyak tadi malam. “Apakah Anda sudah meminta izin kepada Tuan?”“Izin?” Kedua alis Serena terangkat tinggi.Ia mengerutkan dahi, merasa asing dengan kata tersebut. Di kehidupan sebelumnya, meminta izin adalah hal terakhir yang akan terlintas di kepalanya. Jangankan meminta izin secara langsung, dulu Serena hanya akan menyuruh pelayannya menyam
Last Updated : 2026-08-27 Read more