Sejak Darius pergi, Serena tak pernah lagi melewatkan sarapan paginya di meja makan. Keberadaan pria itu selalu membuatnya merasa tidak nyaman. Kini, dengan kepergian Darius, Serena merasa memiliki ruang untuk bernapas lega dan bebas menjelajahi kastil tanpa rasa cemas akan berpapasan dengan suaminya. Meski rumor buruk tentangnya kian liar dari hari ke hari, Serena tak ambil pusing. Selama ia bisa makan dan hidup tenang, ocehan para pelayan bukan masalah baginya. Terlebih sejak ancamannya hari itu, tak ada lagi yang berani berbicara buruk di hadapannya, walau di belakangnya, gunjingan itu makin menggila.Namun pagi ini, ketenangannya buyar seketika.Serena menatap kedatangan Evan yang menerobos ruang makan yang bagaikan badai kecil. Pria itu baru saja membentaknya, menghancurkan suasana hangat sarapan yang sedang Serena nikmati. Dengan gerakan perlahan, Serena menurunkan garpu dan pisaunya, lalu menghela napas panjang. Piring di hadapannya masih penuh, tetapi keha
Last Updated : 2026-08-22 Read more