“Nyonya Rosemary… tolong, makanlah sedikit saja.”Mila meletakkan semangkuk sup yang masih mengepul di atas meja kerja. Namun Rosemary hanya menatap kosong, matanya sembap, wajahnya pucat. Tangan yang dulunya begitu kokoh saat menciptakan mahakarya, kini gemetar tanpa daya.“Aku tidak lapar, Mila,” bisiknya lirih. “Lagipula, semua makanan akan terasa pahit.”Mila mengatupkan rahangnya, lalu duduk di sampingnya. “Nyonya tidak bisa terus seperti ini. Jika Nyonya ambruk, orang-orang yang menyebarkan kebohongan itu akan benar-benar menang.”Rosemary menoleh, matanya yang berkaca-kaca tampak digenangi air mata. “Mereka sudah menang, Mila. Lihat saja beritanya, lihat komentar-komentarnya. Semua orang percaya kalau aku ambisius, gila kekuasaan, bahkan berkomplot melawan Adrian. Semua yang telah kuperjuangkan kini sirna.”Mila menggelengkan kepalanya dengan tegas. “Tidak, Nyonya! Itu semua fitnah. Klien-klien yang mengenal Nyonya, tim yang bekerja bersama Nyonya—mereka tahu siapa Nyonya yang
Terakhir Diperbarui : 2026-07-12 Baca selengkapnya