“Aku tidak akan membiarkan dia menang!” Cassandra menghempaskan majalah fesyen itu ke atas meja, menampilkan wajah Rosemary yang menatap balik dari sampul depan.Ruangan itu seakan ikut bergetar oleh suaranya. Asistennya, Rani, menyusut ke sudut sofa, takut untuk bersuara. “Nyonya… Rosemary hanya mendapatkan simpati publik. Itu mungkin akan memudar dengan sendirinya.”“Memudar?!” Cassandra menyentakkan kepalanya ke arah Rani, matanya menyala bagai api. “Kamu buta atau memang bodoh, hah? Lihat ini!” Ia menyambar majalah itu lagi, menudingkan jarinya pada tajuk berita yang dicetak tebal: *‘Rosemary, Bangkit dari Abu, Siap Memimpin Dunia Fesyen Lagi’*.Rani menelan ludah dengan susah payah. “Memang tampaknya… media mulai mendukungnya.”Cassandra melangkah maju, sepatu hak tingginya mengetuk lantai marmer dengan gema yang tajam. “Media tidak lebih dari sekadar alat. Dan setiap alat bisa dibeli, bisa dimanipulasi. Jika mereka sedang mengangkat Rosemary sekarang, maka tugasku adalah menghan
Huling Na-update : 2026-07-15 Magbasa pa