“Nyonya Rosemary… tolong, makanlah sedikit saja.”Mila meletakkan semangkuk sup di hadapan majikannya, yang duduk kaku di kursi dekat jendela. Mata Rosemary tampak kosong, menatap ke luar seolah-olah seluruh hidupnya telah ikut hangus terbakar bersama butiknya.“Aku tidak lapar, Mila.” Suaranya terdengar serak, nyaris tak terdengar.“N-Nyonya… Anda belum makan selama dua hari. Hanya minum air tidak akan bisa menjaga stamina Anda,” mohon Mila, hampir menangis.Rosemary menggelengkan kepalanya dengan lemah. “Apa gunanya menjadi kuat? Sudah tidak ada lagi yang patut diperjuangkan. Semuanya sudah sirna.”Mila terdiam, dadanya terasa sesak saat melihat wanita yang dulunya begitu kuat kini hancur dalam keputusasaan.Tiba-tiba, bel apartemen berdering nyaring. Mila bergegas untuk menjawabnya, namun ia seketika mematung karena terkejut.“Cassandra?” desisnya tajam.Wanita itu berdiri di sana dengan anggun dalam balutan gaun merah menyala, sebuah senyuman kejam terlukis di wajahnya. “Oh, jadi
Huling Na-update : 2026-07-12 Magbasa pa