Rintik hujan telah sepenuhnya reda, digantikan langit kelabu yang menggantung rendah. Namun, bagi Davina dan Bayu, reda hujan sama sekali tidak membawa ketenangan. Masalah justru menumpuk di depan mata. Jalanan utama tertutup total, batang-batang pohon tumbang berukuran besar masih melintang dan belum tersentuh proses evakuasi. Sialnya lagi, limpasan air dari bukit membuat jalanan utama berubah menjadi sungai kecil dengan arus yang cukup deras. Di sudut kantin penginapan yang sederhana, Davina duduk termenung di hadapan semangkuk bubur hangat yang mengepulkan uap tipis. Ia melirik sekilas ke arah bajunya sendiri, lalu menghela napas panjang. "Mau gimana lagi," gumam Davina dalam hati, pasrah. Pakaian yang ia kenakan masih pakaian yang sama persis dengan yang ia pakai kemarin—lepek, sedikit berbau apek, dan sama sekali tidak nyaman untuk diajak beraktivitas seharian. Tak jauh darinya, Bayu baru saja menutup panggilan telepon. Pria itu berjalan mendekati meja dengan
Last Updated : 2026-08-18 Read more