Ponsel Biru yang tergeletak di atas meja mendadak berdering nyaring, memecah tangis sunyi Davina. Nama Pak Trian berkedip-kedip di layar, seolah menguji ketahanan mental mereka berdua. Biru menarik napas panjang, menetralkan suaranya sebelum menggeser layar dan mengangkat telepon tersebut. "Ya, Pak Trian?" "Biru! Bagaimana?" suara Trian di seberang sana terdengar sangat tegang, bernapas memburu seperti pria yang sedang dikejar ketakutan. "Waktu kita cuma tinggal satu bulan, Biru! Kalian... kalian sudah melakukannya atau belum?!" Biru melirik Davina yang kini ikut membeku, menatapnya dengan raut wajah penuh cemas. "Belum, Pak," jawab Biru jujur dan lugas, meski suaranya terasa begitu berat. "Kenapa belum, Biru?!" amuk Trian di ujung telepon, perpaduan antara frustrasi, panik, dan rasa cemburu yang membakar terdengar sangat jelas. "Kamu tahu kan konsekuensiny
Última atualização : 2026-09-25 Ler mais