Keesokan paginya di rumah sakit pusat, atmosfer divisi bedah utama sudah disibukkan dengan lalu lalang staf medis sejak pukul tujuh.Namun di balik meja kerjanya, Renata berulang kali menahan kantuk.Sepanjang memeriksa tumpukan dokumen medis dan laporan rekam pasien pascaoperasi, ia terus menguap lebar hingga air mata tipis sudut matanya keluar.Renata meremas pulpen di tangannya, lalu mengetukkan ujungnya ke meja dengan kesal."Sial, kenapa menguap terus menerus sih? Sadar, Renata, pekerjaanmu masih menumpuk," gerutunya pelan pada diri sendiri, merutuki staminanya yang mendadak payah setelah rentetan ketegangan dan pergulatan intens beberapa hari terakhir.Tanpa Renata sadari, sepasang mata elang Daniel sejak tadi tidak lepas memperhatikannya dari balik meja kebesaran Direktur Medis.Pria tegap itu meletakkan berkas yang dipegangnya tanpa suara, bangkit berdiri, lalu melangkah tegap keluar dari ruangan begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Renata mengerutkan keningnya, men
Terakhir Diperbarui : 2026-07-18 Baca selengkapnya