Dengan jemari yang masih gemetar, Renata memunguti lembaran kertas yang berserakan di karpet.Ia memeluk dokumen itu erat-erat di dadanya, beranjak dari posisi bersimpuhnya tanpa menoleh lagi pada Anton maupun tawa meremehkan Adrian.Rasa hancur dan terhina menggelegak di dalam dadanya, namun fokus utamanya saat ini hanyalah keselamatan sang ayah.Renata berjalan setengah berlari kembali ke lantai dasar, menghampiri meja pelayanan administrasi utama.Dengan napas yang memburu dan mata yang memerah, ia menyerahkan lembaran surat jaminan pembayaran tersebut kepada Resa.Resa menerima dokumen itu, memeriksanya sejenak di layar komputer sebelum mendongak menatap Renata."Ini jaminan pembayaran untuk dua minggu, Renata. Satu minggu tunggakan yang kemarin dan satu minggu untuk periode ke depan."Renata menganggukkan kepalanya pelan, menyapu sisa kebasahan di sudut matanya. "Iya, memang hanya untuk satu minggu ke depan," suara Renata terdengar parau, ada secercah harapan rapuh yang berusaha
Terakhir Diperbarui : 2026-07-25 Baca selengkapnya