"Makasih ya, Mas. Pokoknya setelah ini aku bakal nurut sama Mas Arga, dan kalau Mas butuh apa-apa, bilang aja sama aku, jangan sungkan!"Arga yang berdiri di ambang pintu, meringis canggung dan mengangguk. Sedangkan matanya menatap ngeri pada Susi yang tersenyum lebar di hadapannya.Jelas, jika pemuda itu takut sekali dikokop dan digauli oleh Susi yang aneh. "Buruan pulang, Mbak. Kasihan anaknya nunggu di rumah!" kata Arga. Mengusir Susi secara halus dari depan pintu kontrakannya.Kepala Susi mengangguk cepat, sedangkan senyuman di bibirnya semakin merekah. Ia yang diusir oleh Arga justru salah mengartikan perkataan pemuda itu dan malah menganggapnya sebagai perhatian khusus."Mas Arga perhatian banget. Sekali lagi makasih ya, Mas. Aku pulang dulu, mau cepat-cepat bawa anakku ke dokter," kata Susi pada Arga yang benar-benar merasa tak nyaman di hadapannya.Selanjutnya, Susi pun memasukkan uang pemberian Arga ke dalam saku daster yang dipakainya dan hendak melangkah pergi."Anu, Mas A
Last Updated : 2026-09-10 Read more