"Rebahan, Sayang. Biar aku mulai permainannya sekarang."Wulan perlahan mendorong tubuh Arga hingga berbaring di atas karpet bulu ruangan tersebut.Selanjutnya, ia memajukan wajahnya ke dada Arga dan hendak memulai permainannya. Perlahan, jemarinya menari di leher pemuda itu dan bergerak turun.Namun, baru saja bergerak, suara keras ketukan pintu membuat pergerakannya terhenti.Tuk, tuk, tuk!"Ga, ada orang," kata Wulan dengan suaranya yang pelan. Saking pelannya, layak disebut sebagai gumaman.Ia yang duduk di paha Arga spontan bergerak turun. Wajahnya memerah dan terlihat panik lantaran pintu kontrakan itu terus diketuk.Pikirnya, siapa orang yang datang bertamu di pagi buta tersebut? Bahkan keadaan di luar rumah masih lumayan gelap."Sialan! Siapa sih yang datang pagi buta kayak gini?" gumam Arga.Pemuda itu beranjak dari posisinya. Ia menyambar celananya dan segera memakainya."Sayang, kamu ke kamar aja dulu. Sekalian bawa esnya, biar aku lihat siapa yang datang sepagi ini," kata
آخر تحديث : 2026-09-09 اقرأ المزيد