"Kamu suka, kan, dipeluk-peluk sama dia? Apalagi pas pentilnya nempel ke dada kamu!"Kyak!Mendengar perkataan Wulan yang berpikir kejauhan, melotot mata Arga. Tetapi, ia tak mengendurkan pelukannya.Batin Arga, kenapa Wulan bisa sampai berpikir ke arah sana? Bagian sampai pentil susu pun dibawa-bawa."Sayang, kok kamu mikirnya malah ke arah sana sih? Aku aja gak kepikiran sama sekali, pentil apaan sih?" tanya Arga, bersikap sok polos dan berpura-pura tidak mengerti ke mana arah pembicaraan Wulan.Wulan yang dipeluk erat perut ratanya itu pun semakin menguatkan gigitan bibirnya. Pikirnya, benarkah Arga tak menyadari jika Susi si janda anak dua itu tidak memakai dalaman? Atau, pemuda itu berbohong padanya?"Emangnya kamu lihat pentil teteknya Mbak Susi? Igh, jorok!" kata Arga bergidik. Berusaha membuat Wulan percaya jika ia memang tak menyadari dan juga melihat apa pun.Mendengar perkataan Arga yang terdengar meyakinkan, Wulan pun menghela napas pelan. Ia berusaha menepis pikiran kotor
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-14 Mehr lesen