“Aku sama Mas Arlo ada hubungan? Maksudmu apa sih, Vin?”“Kamu kencan sama dia terus. Kalau dia yang ajak, kamu mau-mau saja. Kalau aku yang ajak, kamu menghindar.”Lala membelalak. “Kapan aku sama Mas Arlo kencan? Terus kapan kamu ajak aku kencan?”“Kemarin,” desis Arvin.Lala mengerjapkan mata. Ekspresinya kosong. “Aku mengajakmu ke gala dinner, Lala.” Arvin berkata tak sabar.Lala terperangah. “Tunggu. Jadi, yang kemarin itu–”“Tapi kamu malah pergi kencan sama Arlo,” potong pria itu. “Di matamu, apa kami dua bersaudara ini sangat gampang kamu goda, hah?”Plakkk!!!Satu tamparan keras mendarat di pipi Arvin, sampai wajah pria itu tertoleh ke samping. Sementara tangan Lala berdenyut-denyut.“Cukup, Arvin,” suara Lala bergetar. “Kamu masih aja sama. Kamu anggap rendah aku. Sekarang aku ganti tanya. Apa di matamu, aku serendah itu sampai kepikiran buat godain kamu sama Mas Arlo?”Arvin terdiam. Lala tak sabar lagi. Dia melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobil. Sayangnya, Arvin
Terakhir Diperbarui : 2026-08-15 Baca selengkapnya