“Sienna emang niat jadi pelakor, ya? Gatel banget ke Arvin.” Arlo yang berdiri di samping Lala nyengir lebar. Dia membungkuk, berbisik ke telinga sahabat perempuannya itu. “Sejak Dirgantara teken kontrak vendor sama Tanboga, Sienna emang agresif pedekate ke Mas Arvin.” Lala menoleh. “Itu udah lama, dong? Hotel keluargamu kan, sejak awal emang pakai Tanboga buat supplier F&B.” “Banget lamanya, sejak Bapak masih hidup.” Arlo menyodok siku Lala. Posisinya kembali berdiri tegak. “Sienna datang, tuh.” Percakapan dua orang itu terhenti. Lala menatap punggung suaminya yang berdiri di depannya. Ada ketegangan tak kasatmata yang terasa jelas oleh Lala. “Aku gak suka sama Sienna Tan. Sejak dulu,” bisik Arlo. “Dia manipulatif. Hati-hati kamu sama dia, La.” Lala hanya mengangguk. Pandangannya mengikuti Sienna yang berjalan anggun memasuki apron pesawat. “Maafkan aku karena mendadak minta tumpangan. Yah, aku pikir daripada harus cari flight komersial, lebih baik gabung sama you saja kan,
Last Updated : 2026-08-23 Read more