“Arvin nggak dikasih jampi-jampi, La? Biar nggak kena pelet cewek lain?”Lala bengong. Ini serius ibu mertuanya menanyakan hal seaneh itu?“Jampi-jampi apa, Ibu? Ini zaman modern. Udah nggak adalah yang kayak gitu.” Lala tertawa.“Wealah, Mbakyu. Ini mantuku gimana, to? Kalau Arvin, aku yakin bakal setia. Dia itu persis bapaknya. Tapi cewek-cewek di sekitarnya itu, loh, yang bikin aku ragu.”Tante Ami menggeleng-geleng. Di sebelahnya, ibu Lala tersenyum. Mereka bertiga kini sedang menikmati suasana sore setelah Ibu keluar dari rumah sakit.“Ya, kali aku harus ke dukun, Ibu.” Lala nyengir.“Bukan dukun yang itu, Lala. Ini anak memang masih lugu.” Ibu melambaikan tangan agar Lala mendekat, kemudian berbisik di telinga putrinya.Wajah Lala sontak memerah. “Hah? Seks? Maksudnya?”“Ya ampun, Mbakyu! Mantuku ini lucu banget!” Tante Ami tertawa terbahak-bahak.“Memang masih perlu diajari banyak hal tentang rumah tangga, Jeng.” Ibu tersenyum tipis.Sementara Lala pilih menyibukkan diri dengan
Last Updated : 2026-08-19 Read more