Agnes keluar dari ruangannya, hendak mengejar Mario yang melangkah ke ruangannya di lantai dua sambil menelepon seseorang. Keinginan mendesak untuk menuntut penjelasan membakar dadanya, tetapi Lina menghampirinya, “Mbak, pasiennya sudah datang. Apa bisa masuk?”Agnes melirik beberapa orang yang duduk di ruang tunggu. Ia melirik ke tangga, Mario sudah tidak terlihat lagi—kesempatan itu menguap, meninggalkan kegusaran yang makin memadat. Ia lalu menatap Lina, “Iya. Suruh masuk.”Lima jam kemudian, akhirnya Agnes bisa mengambil waktu istirahat. Rasa lelah mental yang teramat sangat menggerogoti ketahanannya. Ia bergegas naik ke lantai dua dengan jantung berdebar kencang, tapi ternyata Mario tidak ada di tempat.Agnes mendekati Lina, “Kak Mario di mana?”“Tadi pergi, ada janji sama orang keuangan,” jawab Lina yang masih sibuk membalas pesan di meja resepsionisnya.Agnes menatap keluar klinik, melihat kerumunan yang tak kunjung surut. Mas
Last Updated : 2026-09-10 Read more