Agnes menepis ponsel Vivi dengan ketegasan yang didorong oleh kepanikan terselubung. "Sudah, jangan dibaca lagi!""Eh, tapi kenapa Sabina datang ke rumahnya Rudi Baskara?" Vivi menyimpan ponselnya ke dalam tas sambil menatap Agnes, matanya memancarkan kecurigaan dan keheranan yang tak tertahankan."Mana aku tahu," cetus Agnes singkat, mencoba memagari dirinya agar rasa cemas yang merayapi ulu hatinya tidak semakin meluap."Aku dulu suka film-filmnya Rudi Baskara. Film yang selalu dapat penghargaan di luar negeri. Keren sih, tapi sekarang... semuanya hanya omong kosong, tahi anjing," umpat Vivi, memiringkan bibirnya sinis.Agnes menghela napas panjang, meresapi kebenaran pahit itu di tengah kecamuk batinnya. "Makanya. Kalau cinta sama seseorang, jangan kecintaan. Begitu juga benci, jangan kebencian."Vivi terkekeh pelan, rasa geli mengikis ketegangannya. "Tapi kalau cintanya kayak kamu, kecintaan sama Daniel, bukan sesuatu yang dilarang dong?"
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-19 อ่านเพิ่มเติม