Jam menunjukkan pukul 09.45 ketika Pakde Slamet mengelap tangannya dengan kain lap hitam dan berkata, "Selesai, Wan. Coba kamu cek."Wandi berdiri. Matanya menjelajahi motor yang kini tampak seperti baru lahir. Setang sudah lurus sempurna. Lampu depan baru berkilauan seperti mata kucing di malam hari. Spion kiri dan kanan terpasang rapi, dengan kaca yang masih bening tanpa goresan. Body samping yang tadinya penyok, sekarang sudah rata kembali. Memang masih ada bekas-bekas goresan yang tidak bisa dihilangkan tanpa dempul dan cat ulang, tapi setidaknya tidak terlihat seperti habis dihajar truk."Oli ganti, busi ganti, kampas rem ganti, rantai dikencengin, semua beres," lapor Pakde Slamet sambil mengusap keringat di dahinya. "Total... mari kita hitung."Dia mengambil kalkulator kecil dari saku bengkelnya. Jari-jarinya yang gemuk menekan tombol-tombol dengan cekatan."Lampu depan baru seratus lima puluh, spion sepasang delapan puluh, jasa setang lurusin dua ratus, ketok body dua ratus lim
Last Updated : 2026-07-16 Read more