Elisha langsung menghampiri petugas villa begitu keluar dari pintu utama. Wajahnya masih pucat, napasnya belum sepenuhnya stabil, namun kecemasannya lebih besar dari rasa sakit yang dirasakannya.“Permisi, apakah di sini ada klinik terdekat?” tanyanya cepat.Petugas perempuan itu mengerutkan dahi. “Tidak ada klinik dekat area penginapan ini, Nona. Tapi kalau ingin membeli obat, di dekat Café The Coffee ada apotek. Silakan pergi ke sana.”“Baiklah, terima kasih,” ucap Amora—meski pikirannya sedang kacau, ia tetap berusaha sopan.Tanpa menunggu lebih lama, ia berbalik menuju villa. Begitu masuk, ia langsung menyambar kunci mobil milik Vicktor. Ia tak memberi waktu untuk berpikir, hanya bertindak secepat mungkin.“Vick, aku akan membeli obat. Aku pinjam mobilmu,” katanya sambil menunjukkan kunci itu.Vicktor yang kini sudah duduk di tepi ranjang menatap Amora tajam, khawatir. “El, biar aku hubungi orang suruhanku saja. Kau tetap di sini. Bagaimana kalau orang-orang yang memukuliku tadi m
Last Updated : 2026-07-08 Read more