Mata mereka bertemu lewat celah pintu yang terbuka. Elia membeku.Kenneth menatap Elia beberapa detik lalu mendekat. “Nona Hart,” suaranya rendah.Elia menunduk. “My Lord … saya minta maaf,” katanya pelan. Jemarinya mengepal pelan. “Saya tidak bermaksud …”“Aku tahu,” jawab kenneth datar. Ia melongok ke lorong menuju ruang belajar. “Violet sudah menunggumu.”Elia mengangguk. “Ya, My Lord.” Ia sudah mengangkat satu kakinya, tapi kepalanya menoleh lagi dan matanya sempat melirik ke ruang kerja, lalu kembali ke Kenneth.“Ada sesuatu yang ingin kau katakan?” tanya Kenneth“Tidak, My Lord.” Elia tidak jadi melangkah. Kenneth menatapnya lebih lama. “Kau penasaran.” Elia menelan ludah. “Saya hanya mendengar percakapan yang tidak sengaja saya dengar.”Kenneth menatapnya beberapa detik lagi. “Kalau begitu, lupakan.”“Baik, My Lord,” jawab Elia sambil mengangguk. Lalu ia pergi menuju ruang belajar.Elia membuka pintu dan mendapati Violet sudah duduk rapi di kusinya. Elia masuk, tapi pikiranny
Last Updated : 2026-08-23 Read more