Keesokan paginya, Roni mengerjapkan mata, merasakan kehangatan tubuh Ajeng yang masih terlelap di pelukannya. Wajah Ajeng kala itu tenang, napasnya teratur, dengan senyum tipis yang entah tentang apa. Roni tersenyum, mengusap rambut Ajeng pelan, lalu mencoba bangun tanpa membangunkannya. Namun sebelum ia sempat bergerak, ponsel Ajeng di atas meja berdering nyaring. Roni menoleh ke arah layar ponsel yang, menampilkan nama "Bapak" dengan panggilan tak terjawab. Roni meraih ponsel itu, ragu sejenak, lalu menggoyangkan bahu Ajeng dengan lembut. "Ajeng... bangun. Ada telepon dari bapakmu." Ajeng mengerang pelan, membuka matanya setengah. "Hm? Bapak?" Ia bangkit perlahan, meraih ponsel dari tangan Roni, dan menekan tombol jawab. "Halo, Pak?" Suara Pak Raharjo terdengar cemas di seberang, "Ajeng! Kamu di mana? Kam semalaman nggak pulang, nggak kasih kabar!" Ajeng menggigit bibirnya, menatap Roni sebentar, lalu menjawab dengan suara tenang, "Maaf, Pak. Aku sekarang di kota.
Última actualización : 2026-09-13 Leer más