"Ah... Ron..." desah Bu Arum, kepalanya menengadah, "kau benar-benar berbeda. Aku suka ini." Roni tidak menjawab, ia terus bergerak, menikmati setiap erangan yang keluar dari bibir Bu Arum. Beberapa jam berlalu, dan ketika semuanya selesai, mereka berbaring dalam pelukan. Roni tersenyum puas, sementara Bu Arum menatapnya dengan kagum. "Kau benar-benar pria yang luar biasa, Ron," bisik Bu Arum, "Aku tidak akan pernah bosan denganmu." Roni mencium keningnya, "Aku juga, Bu. Tapi sekarang, aku harus mencari Gendhis." Bu Arum mengangguk, "Semoga kau beruntung, Ron." Roni melangkah keluar dari rumah Bu Arum dengan langkah ringan, masih merasakan kepuasan yang membara. Namun begitu ia mencapai jalan setapak menuju rumahnya, pikirannya tiba-tiba melayang ke malam itu—malam di Royal Relaxation Spa. Roni berhenti, matanya membelalak. Ia teringat jelas wajah salah satu terapis di sana yang memiliki tahi lalat di dagunya. Roni menggenggam erat dagunya, memori itu semakin jelas.
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-18 Mehr lesen