"Lebih cepat... Ron... lepaskan semuanya..." Roni menuruti. Ia mempercepat gerakannya, memompa dengan ritme yang semakin liar. Tempat tidur berderit, dan Bu Gita mencengkeram punggung Roni, kukunya menggores kulit. Erangan dan desahan memenuhi kamar, bercampur dengan suara tubuh yang saling mengejar kepuasan. Bu Gita mencapai puncaknya lebih dulu. Tubuhnya menegang, punggungnya melengkung, dan erangan panjang keluar dari bibirnya. Tapi Roni belum selesai. Ia terus bergerak, membuat Bu Gita mencapai puncak lagi, dan lagi. Wanita itu benar-benar kewalahan, tubuhnya lemas, suaranya habis. Setelah hampir satu jam, Roni akhirnya merasakan gelombang panas yang tak terbendung. Ia menekan lebih dalam, dan dalam satu hentakan terakhir, ia melepaskan semuanya ke dalam tubuh Bu Gita. Tubuhnya gemetar, napasnya tersengal, dan ia terkulai di samping wanita itu. Bu Gita berbaring diam, napasnya juga tersengal-sengal. Ia menatap Roni dengan mata yang masih sayu, lalu tersenyum tipis. "Kamu.
Huling Na-update : 2026-10-14 Magbasa pa