Roni menunduk, menyambar bibir wanita itu dengan liar—lebih liar dari sebelumnya. Tangannya bekerja cepat, membuka kaos ketat yang dikenakan wanita itu, lalu melemparkannya ke sudut bilik. Wanita itu mengerang pelan, tangannya meraih punggung Roni, mencengkeram kemeja pria itu dengan kuat. "Kamu... benar-benar tidak sabar," desahnya di sela ciuman. Roni terus bergerak, mencium lehernya, dadanya, turun ke perutnya. Wanita itu menggeliat, tubuhnya merespon setiap sentuhan. Tapi ia tidak mau hanya menerima. Dengan gerakan cepat, ia membalikkan tubuh Roni, kini ia berada di atas, menatap pria muda itu dengan mata berbinar. "Sekarang giliranku," katanya, suaranya serak. Ia menunduk, mencium Roni dengan lebih liar—menggigit bibirnya, menjilat lehernya, turun ke dadanya. Tangannya bekerja cepat, membuka sabuk Roni, lalu melepas celananya. Ia tersenyum puas melihat apa yang ada di bawah sana. "Pantas saja kamu percaya diri," bisiknya. Mereka berguling di kasur tipis itu, saling
Última actualización : 2026-09-23 Leer más