"Kau menangis lagi," gumam Alby parau, ada pendar cemas yang halus di matanya. "Apakah permainanku tadi terlalu kasar? Apakah perut atau dadamu terasa sakit?"Zora menggelengkan kepalanya pelan di atas bantal. Senyum tipis yang amat sangat hambar dan berembun terukir di bibirnya yang pucat. "Tidak... tidak ada yang sakit, Alby. Aku hanya... aku hanya lelah."Jawaban itu memicu helaan napas lega yang berat dari tenggorokan Alby. Pria itu menunduk, menarik selimut tebal hingga membungkus bahu polos Zora, lalu mendaratkan ciuman yang sangat lama di kening istrinya."Istirahatlah," bisik Alby lembut, suaranya mengalun seperti lagu pengantar tidur yang teramat sangat langka. "Aku akan berada di sini. Aku tidak akan pergi ke mana-mana."Zora memejamkan matanya. Di dalam kungkungan lengan kokoh Alby, ia membiarkan kesadarannya meredup perlahan, terserap oleh rasa lelah yang luar biasa dahsyat. Namun, jauh di dasar jiwanya, denyut nyeri yang kaku di katup jantung
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-05 อ่านเพิ่มเติม