"Ibumu benar, Alby..." tangis Zora serak, bahunya naik turun tak beraturan. "Aku hanya membawa penderitaan dan kerugian untuk hidupmu..."Mendengar bagaimana istrinya meratapi pengorbanannya dengan rasa bersalah yang begitu menghancurkan, dada Alby terasa diiris-iris oleh rasa perih yang tak bernama. Pria tegap yang biasanya berdiri kokoh tanpa cela di hadapan badai bursa saham itu kini merasakan hatinya runtuh sepenuhnya.Alby menundukkan kepalanya, merengkuh raga ringkih Zora kembali ke dalam dekapannya dengan kekuatan yang amat sangat protektif, seolah-olah ia ingin menyerap seluruh tangis dan rasa bersalah istrinya ke dalam tubuhnya sendiri."Cukup, Zora... cukup, jangan katakan itu lagi," bisik Alby bariton, suaranya mengalun sangat pelan, bergetar rendah di dekat telinga Zora. Pria itu mengusap lembut punggung Zora dengan telapak tangannya yang besar dan hangat."Aku yang salah, Alby..." isak Zora lagi, mencoba membalas dekapan suaminya dengan sisa
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-14 อ่านเพิ่มเติม