"Tentu saja, Monsieur Laurent," goda Julian dengan binar mata yang berkilat nakal. "Aku tahu tugas utamaku hari ini sudah selesai. Jaga kesehatan istrimu dan jangan biarkan dia terlalu kelelahan."Julian melambaikan tangannya pendek, lalu melangkah lebar menerobos pintu depan Laurent Manor menuju mobilnya, meninggalkan Alby dan Zora di lobi utama.Usai kepergian Julian, Alby kembali merengkuh pinggang Zora, membimbing istrinya berjalan menuju area dapur utama di sayap kanan rumah.Begitu pintu ganda dapur terdorong terbuka, aroma harum gurih dari rebusan kaldu dan bumbu-bumbu segar menyergap indra penciuman mereka. Martha sedang berdiri di depan konter marmer, merapikan beberapa piring porselen.Pelayan tua itu sontak memutar tubuhnya saat mendengar langkah kaki mendekat."Tuan Alby? Nyonya Zora?" Martha terperangah heran, menatap majikannya secara bergantian. "Ada yang bisa saya siapkan untuk makan malam nanti, Tuan?""Kau bisa beristirahat untuk malam ini, Martha," sahut Alby barito
Last Updated : 2026-08-23 Read more