Abimanyu tertegun. Kepalan tangannya semakin menguat, namun tatapan matanya pada Sinta justru berubah, tampak rumit, seolah ada banyak kata yang masih ingin diucapkan. "Sinta, aku melakukan ini demi kebaikanmu," ucap Abimanyu kemudian. "Jangan menyesal jika ayahku sampai bertindak. Kamu tahu beliau orang seperti apa." "Silakan saja, Tuan Djaja. Aku merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Kenapa aku harus takut hanya karena sebuah foto?" Bibir pria itu bergerak ingin menanggapi, namun ponsel di tangannya kembali berdering. Abimanyu mendengus kasar, memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku tanpa menjawab panggilan itu, kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu. Saat ia berhadapan langsung dengan Sinta, ia kembali berkata, "Kita lihat sampai di mana keberanianmu ini, Sinta," geramnya sebelum akhirnya melangkah keluar melewati pintu apartemen, lalu membanting pintu di belakangnya dengan keras. Brak! Begitu suara decit pintu tertutup rapat dan deru langkah kaki Abimanyu hilang di
Última actualización : 2026-08-22 Leer más