Share

Bab 62 : Cemburu?

Author: Maufy Izha
last update publish date: 2026-08-20 20:35:56
Jay tersenyum miring, sebuah seringai dingin yang jarang sekali diperlihatkannya pada orang lain. Sebelum ia sempat melontarkan jawaban untuk mempermalukan Jupiter, suara Sinta lebih dulu menginterupsi.

"Memangnya kalau dia bukan pewaris Pandawa Group, apa urusannya dengan kalian?"

Sinta menarik lengan panjang Arjuna dengan lembut ke belakang tubuhnya. Wanita itu menatap Arjuna sepersekian detik, dan hatinya seketika merasa kasihan saat melihat wajah Arjuna yang murung layaknya anak kucing y
Maufy Izha

Gimana sih bang Bima teh maunya apa sih? =⁠_⁠=

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mariam Marife
yaelah si bima ini mau nya apa ?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 66 : Sinta Dengan Siapa?

    Sinta mengangguk setuju. Keduanya lantas berjalan berdampingan menyusuri jalan setapak di tepi danau yang dikelilingi rumput hijau dan bunga liar. Langkah mereka begitu pelan, menikmati udara segar dan obrolan ringan tentang hobi menulis Sinta serta keseharian Arjuna. Di bawah langit biru yang cerah dan sapuan angin danau yang sejuk, Sinta merasa beban di hatinya benar-benar terangkat. Tawa kecil yang keluar dari bibir Arjuna saat mendengar cerita konyol masa kecil Sinta seolah menjadi melodi terindah yang menghapus sisa-sisa bayangan kelam dari masa lalunya. Untuk sesaat, Sinta berharap waktu bisa berhenti di sini, di mana ia bisa merasakan ketulusan dan kebahagiaan murni tanpa ada gangguan dari dunia luar. "Bagaimana perasaanmu? Bukumu akan resmi diluncurkan lusa, kan?" Sinta mengangguk. "Tentu saja aku gugup, tapi juga tidak sabar, hehe." "Aku yakin buku itu akan ludes dalam waktu 24 jam. Aku lihat para pengikutmu bahkan sudah memasang timer agar tidak sampai kehabisan." S

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 65 : Piknik Sederhana

    Sinta menggigit bibir bawahnya, tampak bingung untuk menjawab pertanyaan Arjuna. Pemuda itu pun melanjutkan, "aku tidak tahu apa yang Kak Sinta khawatirkan, yang jelas aku senang bisa berkenalan dengan keluarga Kak Sinta." Sinta menatap Arjuna lekat-lekat, sorot matanya di penuhi keharuan, "terima kasih. Aku berencana untuk menghabiskan waktu lebih lama dengan nenek sebelum kembali sibuk. Mm, apa kamu mau ikut piknik dengan kami besok?" "Why not?" Arjuna menjawab tanpa ragu. Setelah itu keduanya terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Keesokan paginya, suasana rumah Nenek Gayatri lebih ramai dari biasanya. Karena mereka berencana untuk pergi piknik kecil-kecilan di area danau yang tidak jauh dari wilayah kampung mereka. Sinta, bersama sang bibi dan neneknya sibuk di dapur mempersiapkan makanan dan cemilan serta membuat jus buah untuk mereka nikmati saat makan siang nanti. Sementara para pria sibuk menyiapkan peralatan. Kebetulan sekali ada mobil Arjuna, jadi me

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 64 : Terpesona

    "I-Iya, Nek, tapi kami hanya teman kok," cicit Sinta dengan gugup. Nenek Gayatri mengulum senyum, sementara sang paman mengangkat kedua alisnya sambil melirik ke arah istrinya dengan senyuman penuh arti. Namun, karena takut membuat Sinta malu, akhirnya mereka hanya menganggukkan kepala tanpa berkata apa-apa. Satu jam kemudian, ponsel Sinta kembali berdering. Ternyata Arjuna salah jalan dan rumah neneknya terlewat cukup jauh. "Sekarang kamu di mana? Aku akan keluar dan menunggu di halaman. Aku bagikan lokasi terkini saja padamu, ya?" "Oke." Tanpa memutuskan panggilannya, Sinta keluar dari ruang makan menuju ke halaman rumah. Tak sampai sepuluh menit, Sinta sudah melihat mobil milik Arjuna yang melaju perlahan mendekat ke arahnya. Begitu mobilnya berhasil terparkir di halaman, pemuda itu segera turun, lalu membuka pintu belakang dan dengan cekatan mengeluarkan beberapa goodie bag berisi bingkisan. Sinta tersenyum melihatnya. Arjuna berjalan mendekat, tampak begitu menawan dala

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 63 : Perkenalan Keluarga?

    Setelah malam ulang tahun Arjuna waktu itu, hari-hari Sinta berjalan dengan tenang. Ia disibukkan dengan pekerjaannya di butik bersama Lula, mempelajari banyak hal dari sahabatnya itu. Mulai dari cara melobi calon pelanggan, menyusun kontrak kerja sama dengan calon distributor, dan lain sebagainya. Dalam kurun waktu itu juga, ayahnya sama sekali tidak muncul dan membuat masalah dengannya. Sinta sangat mensyukurinya. Kebetulan hari itu, Sinta mendapat kabar bahwa bukunya yang berjudul Bunga yang Tumbuh di Atas Duri akan resmi diluncurkan dalam dua hari. Tentu saja Sinta merasa sangat antusias sekaligus gugup. Kali ini, Sinta ingin merayakan hari baik itu bersama dengan nenek beserta keluarga besar sang nenek. Ia pun berencana untuk pergi ke rumah neneknya setelah pulang dari butik. Sebelum pergi ke rumah neneknya, Sinta menyempatkan diri untuk membeli buah tangan, seperti buah-buahan dan kue kesukaan neneknya. Perjalanan menuju ke rumah neneknya dari lokasinya saat ini memakan wa

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 62 : Cemburu?

    Jay tersenyum miring, sebuah seringai dingin yang jarang sekali diperlihatkannya pada orang lain. Sebelum ia sempat melontarkan jawaban untuk mempermalukan Jupiter, suara Sinta lebih dulu menginterupsi. "Memangnya kalau dia bukan pewaris Pandawa Group, apa urusannya dengan kalian?" Sinta menarik lengan panjang Arjuna dengan lembut ke belakang tubuhnya. Wanita itu menatap Arjuna sepersekian detik, dan hatinya seketika merasa kasihan saat melihat wajah Arjuna yang murung layaknya anak kucing yang tersesat. Sinta menatap Jupiter dengan tajam. "Jupiter, Orion, aku belum pernah melihat tuan muda keluarga kaya yang lebih tidak berguna daripada kalian." Mendengar perkataan Sinta yang begitu terang-terangan demi membela pemuda bernama Arjuna itu, tidak hanya Jupiter dan Orion yang tercengang, Abimanyu pun terlihat mengepalkan tinjunya kuat-kuat. Sinta menarik napas sejenak, kemudian melanjutkan, "Kalau bukan karena harta orang tua, kalian juga bukan siapa-siapa. Apalagi aku dengar ka

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 61 : Pewaris Pandawa Group

    Sinta mengalihkan pandangannya dengan gugup, menghindari tatapan mata Arjuna yang begitu intens. "Kalau begitu, ayo kita rayakan malam ini dengan meriah. Kebetulan hari ini Sinta kita juga baru saja mendapatkan sertifikat menjandanya," ucap Lula dengan menggebu-gebu. "Lula... tolong hentikan candaanmu itu," tegur Sinta dengan tatapan galak. Alih-alih takut, Lula malah tertawa kecil. "Kalau begitu, ayo kita pesan makanan yang banyak. Kita makan sampai kenyang. Karena ini adalah acaraku, jadi aku yang akan bayar," ucap Arjuna dengan wajah ceria. Lula menyambutnya dengan antusias, begitu juga dengan Jay. Sementara Sinta hanya tersenyum sambil sesekali beradu pandang dengan Arjuna. Malam itu, ruang privat berukuran sedang yang menghadap langsung ke kerlap-kerlip lampu kota dari ketinggian lantai rooftop itu berubah menjadi hangat. Meja bundar di hadapan mereka perlahan-lahan dipenuhi oleh berbagai macam hidangan lezat—mulai dari daging panggang dengan aroma rosemary yang menggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status