Share

Bab 69 : Silahkan Pergi

Author: Maufy Izha
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-22 17:33:22
Mendengar suara yang familier, Sinta yang sudah ketakutan setengah mati seketika merasa lega.

Dengan gerakan cepat, Sinta mendorong tubuh Abimanyu ke samping dan segera berlari kecil ke arah pintu.

Ceklek!

"Lula!"

Sinta nyaris memekik, sementara Lula mengerjap-ngerjapkan matanya dengan bingung saat melihat Sinta yang pucat dan tampak ketakutan.

"Ada apa? Kenapa kamu ketakutan begitu? Kamu melihat hantu?"

Tanpa menunggu jawaban Sinta, Lula melangkah masuk ke dalam apartemen.

Ia seke
Maufy Izha

Si Abimanyu kudunya teh di tempeleng bolak balik =⁠_⁠=

| 3
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Maufy Izha
Hahahah setuju kakkk... Emang Mas Bima kudunya di bejek-bejek, nyebelin wlwk
goodnovel comment avatar
Mariam Marife
bukan di tempeleng lg Thor tp di bejek² kaya aku masak tahu bejek
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 155 : Aku Akan Menghancurkanmu!

    Beberapa pengunjung restoran di sekitar mereka sempat menoleh ke arah meja akibat teriakan histeris Lula. Lula yang sadar jadi pusat perhatian cepat-cepat menutup mulutnya dengan kedua tangan, lalu terkekeh canggung seraya membungkukkan badan sedikit untuk meminta maaf kepada pengunjung lain."Lula, pelankan suaramu..." bisik Sinta sambil menutup wajahnya yang makin merona karena malu."Bagaimana aku bisa tenang?!" seru Lula dengan suara tertahan, melotot girang. "Ini berita terbesar tahun ini! Sahabatku akhirnya dilamar oleh pria yang benar!"Tak lama kemudian, Mas Jay kembali ke meja setelah dari kamar mandi. Pria itu menatap bingung ke arah Lula yang masih berkedip-kedip heboh dan Sinta yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus."Ada apa ini? Suara jeritan Lula bahkan terdengar sampai ke lorong toilet," goda Jay seraya mendaratkan tubuhnya di kursi sebelah Lula."Babe, kamu tidak akan percaya ini!" Lula mengguncang-guncang lengan Jay tanpa ampun. "Tuan Muda kita baru saja

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 154 : Ya, Aku Bersedia

    Napas Sinta tercekat. Ia tidak menyangka bahwa Arjuna akan mengatakan hal itu padanya.Menikah?"J-Juna...""Sinta... aku tidak akan memaksa kalau kamu tidak bersedia. Tapi, menikah denganku juga merupakan cara yang paling ampuh untuk membuatnya menyerah."Sinta mengerti, "dia" yang dimaksud tidak lain adalah Abimanyu."Maksudmu, kamu mau menikah denganku hanya agar dia menyerah?" tanya Sinta. Meski hanya sedetik, wajahnya tampak kecewa.Mendengar pertanyaan itu, ekspresi Arjuna menjadi lebih serius. "Tentu saja tidak. Aku mau menikah denganmu karena aku..."Arjuna menggigit bibir bawahnya, tampak bimbang dan khawatir. Sementara itu, Sinta kini menatap pemuda itu lekat-lekat, tanpa sadar meremas ujung blazernya kuat-kuat."Kamu... kenapa?"Arjuna menelan ludahnya dengan cepat, wajahnya memerah hingga ke telinga. Tak lama kemudian, pemuda itu menatap Sinta dalam-dalam. Setelah mengambil napas sejenak, ia berkata, "Aku mencintaimu. Sangat. Sinta, aku sangat mencintaimu."Sinta tercengan

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 153 : Lakukan Sesuatu Untukku

    "Tuan Abimanyu berpikir terlalu jauh. Saya hanya sedikit mengingatkan, bukan berarti saya akan mengingkari janji." Sinta berusaha untuk tetap tenang, kemudian melanjutkan, "Lagi pula, perjanjian itu hanya menyatakan bahwa saya wajib mendampingi Anda sebagai partner bisnis setiap akhir pekan. Tidak ada klausul khusus yang menyatakan bahwa saya harus memakai gaun pemberian Anda."Abimanyu menyandarkan punggungnya ke sofa, lalu melipat kedua tangannya di dada. Senyum tipis yang sarat akan dominasi kembali terukir di bibirnya."Memang tidak tertulis secara spesifik, Bu Sinta," ucap Abimanyu santai, namun terdengar begitu mengintimidasi. "Namun, saya punya standar sendiri, jadi sebaiknya Bu Sinta mengikuti standar saya. Bu Sinta tahu, kan, bahwa saya sangat menjaga martabat dan kehormatan keluarga Djaja?""Apa hubungannya gaun dengan kehormatan keluarga?""Tentu saja ada hubungannya, Bu Sinta. Jamuan makan yang saya hadiri merupakan acara bergengsi yang dihadiri oleh banyak pejabat, pengus

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 152 : Tamu Tak Diundang yang Menyebalkan

    Saat itu, terdengar suara ketukan pintu yang lembut. Sinta segera mengusap air matanya dengan cepat, kemudian menarik napas dalam-dalam. "Masuk..." Marilyn masuk ke dalam ruangan itu dengan ekspresi cerah. Sinta menyambutnya dengan ceria. "Kak Marilyn? Apa ada sesuatu?" Marilyn mengangguk, kemudian meletakkan sebuah map di atas meja kerja Sinta. Saat ini, Marilyn telah resmi dipindahtugaskan menjadi sekretaris pribadi Sinta atas permintaan langsung dari Arjuna. Jadi, untuk ke depannya, Marilyn yang akan mendampingi dan mengajari Sinta agar bisa menjadi pemimpin perusahaan yang mumpuni. "Nona Sinta, ini adalah perjanjian kerja sama dari klien Jayadi Group sebelumnya. Kerja sama itu belum terlaksana. Saya sudah menjadwalkan pertemuan dengan pimpinan perusahaan ini besok lusa. Agendanya adalah membahas tentang kelanjutan proses pembangunan sepuluh blok apartemen bersubsidi di kawasan Tanah Abang yang sempat tertunda akibat krisis manajemen dan keuangan dari Jayadi Group sebelumny

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 151 : Hanya Profesionalisme Kerja

    "D-Dua triliun? Tidak mungkin!" Ruslan tampak sangat terkejut melihat surat perjanjian yang ada di hadapannya. Tubuhnya nyaris limbung ke belakang hingga pria itu harus berpegangan pada ujung meja rapat. Tidak hanya Ruslan yang seolah hampir kehilangan kesadaran, Renata, Ambar, Krisna, serta orang-orang yang ada di dalam ruang rapat itu langsung membeku. Wajah Renata dan Ambar bahkan sudah seputih kertas. Entah sejak kapan, Sinta merasa dalam dirinya telah tumbuh sisi iblis, hingga pemandangan di depannya membuat darahnya berdesir aneh, seperti rasa dahaga yang akhirnya bisa terpuaskan. Sinta menatap Renata dan Ruslan, yang sejak tadi paling bersemangat merendahkannya, secara bergantian. "Pak Ruslan, sesuai dengan perjanjian kita sebelumnya, karena saya berhasil mendapatkan tanah itu, maka Anda harus memohon maaf kepada saya dan dikeluarkan dari Saraswati Corp secara tidak hormat. Selain itu... Anda juga tidak akan mendapatkan pesangon sepeser pun karena Anda telah terbukti menyel

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 150 : Membuat Mereka Terbungkam

    Pagi itu juga, setelah mendapatkan surat tanda jual-beli yang sah atas lahan yang disebutkan oleh Ruslan, Sinta dan Marilyn datang ke kantor Saraswati Corp.Saat tiba di ruang rapat, ternyata Arjuna sudah berada di sana. Sinta tersenyum ke arah pemuda itu.Dari jauh, Sinta juga melihat anggota baru dalam peserta rapat kali ini, Renata Jayadi—saudari tirinya yang kini menatapnya dengan penuh dendam."Selamat pagi, semuanya," sapa Sinta dengan sopan. Meski hanya segelintir orang yang menjawab, Sinta tampaknya tidak terpengaruh sama sekali. Dia duduk di kursi kosong yang berada di samping kanan Arjuna dengan anggun dan elegan.Di seberangnya, Ruslan menatapnya sinis dengan tatapan penuh meremehkan. Pria itu tiba-tiba berdiri, dan dengan sikapnya yang arogan, ia berkata, "Karena semua jajaran direksi dan komisaris sudah berkumpul lengkap," suara Ruslan mengudara, sengaja dikeras-keraskan agar memenuhi setiap sudut ruang rapat yang megah itu, "maka tidak ada alasan lagi untuk menunda agend

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status