Ciuman mendalam yang mendominasi di bibir Meisya perlahan terlepas, menyisakan benang saliva tipis dan napas nyonya rumah itu yang tersengal-sengal parau.Pendar mata Meisya meredup pasrah, diliputi oleh ketegangan gairah yang sudah membakar hingga ke ubun-ubun.Dani menatap wajah ayu yang sarat akan ketergantungan mental tersebut dengan senyum miring nan berkuasa.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Dani mengikis jarak.Pria itu melangkah maju, memiringkan tubuhnya, lalu merendahkan posisinya hingga berlutut kaku di atas karpet tebal, persis di hadapan Meisya yang masih berdiri tegak.Meisya menahan napasnya, dadanya yang padat terangkat tinggi di balik gaun malam sutra tipisnya."Dani, kamu mau—"Srekk...Jemari kasar dan besar milik Dani menyalip naik ke bawah keliman gaun sutra Meisya.Dengan satu gerakan lambat yang elegan, Dani menyikap kain lembut itu ke atas pinggang, melorotkan pakaian dalam renda hitam Meisya hingga menumpuk di lantai.Celah intim Meisya yang mulus, memerah,
Última actualización : 2026-09-10 Leer más