Dani tak biarkan Meisya tergantung di ambang puncak. Dengan gerakan yang teramat perkasa, sang pengawal mencabut kedua jarinya yang berkilat basah, lalu berdiri kokoh di hadapan nyonyanya. Tatapan matanya berkilat dingin penuh dominasi mutlak.Tanpa sepatah kata pun, tangan kasar Dani menyambar tubuh mulus Meisya, membimbing wanita itu membelakangi dirinya lalu merebahkannya telungkup di atas sofa kulit merah marun yang empuk. Dani menyingkap penuh gaun malam emas yang melekat kencang itu hingga terangkat melilit di atas pinggang, memamerkan lekuk bokong padat dan paha mulus Meisya yang polos tanpa sehelai kain pun.Dani melorotkan celana kainnya dengan cepat, membiarkan keperkasaannya yang raksasa, tebal, dan berurat menonjol melesat tegang membusung di udara. Batang raksasa itu memanas kaku, berdenyut-denyut garang siap melahap mangsanya."Dani... cepat. Hantam aku," desah Meisya parau, wajah cantiknya terbenam di sandaran sofa, panggulnya terangkat tinggi menadah pasrah.Dani t
Última actualización : 2026-09-18 Leer más