Share

Bab 75: Si Pria Rakus

last update publish date: 2026-08-26 23:03:36

Pagi harinya, sinar matahari hangat menyinari halaman depan rumah mewah tersebut.

Dani sedang berjongkok di dekat area taman, mencabuti rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar jalan setapak.

Pria tegap itu mengenakan kaus oblong tanpa lengan yang memperlihatkan otot bahu serta dadanya yang bidang.

Tuk... Tuk...

Suara langkah kaki bersepatu kulit mendekat. Pak Harry berjalan menghampiri Dani sembari memegang cangkir kopi panas. Pria tua itu menatap tukang kebunnya dengan raut wajah serius.

Dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 135: Butuh Pikiran Jernih

    Sinar matahari pagi yang terik menerobos dari sela-sela tirai beludru kamar tidur utama, menusuk menyengat kelopak mata Meisya.Ruangan berukuran luas nan megah itu terasa teramat dingin dan mencekam. Wangi wewangian kamar yang mahal tak sanggup menutupi uap alkohol yang masih menguar samar dari tubuh Meisya.Meisya terbangun dengan kepala yang teramat berat, tenggorokan kering, dan ingatan samar yang menyiksa tentang aksinya menggoda Dani secara terang-terangan di depan publik semalam."Nghh, kepala aku," rintih Meisya parau seraya memegangi pelipisnya yang berdenyut kencang bagai dihantam palu.Nyonya muda itu memicingkan mata, mencoba mengingat potret kejadian semalam di VIP lounge.Namun, potongan-potongan ingatan yang berkelebat di benaknya justru membuat darahnya seketika mendidih dingin: bayangan jemari lentiknya yang menarik kerah kemeja Dani di tengah keriuhan pesta, bisikan sensualnya di leher sang pengawal, hingga tatapan mata puluhan tamu VIP yang melotot kaget melihat keb

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 134: Hanya Menjalankan Tugas

    SUV hitam melaju mulus membelah keheningan jalanan ibu kota di tengah malam yang sunyi.Di dalam kabin belakang yang kedap suara dan berpendingin udara temaram, nuansa hening berganti menjadi ruang intim yang sarat akan dominasi dan godaan berkelas.Meisya, yang masih setengah mabuk, bergerak gelisah di jok kulitnya. Kemeja taktis Dani yang berotot menjadi sasaran jemari lentiknya yang meraba-raba tanpa arah."Dani, dingin, aku mau dipeluk sama kamu, Dani," rengek Meisya pasrah dengan suara parau yang amat manja.Melihat nyonyanya terus merengek dan memohon perhatian, Dani tak tinggal diam. Pria itu melepaskan kuncian sabuk pengaman Meisya secara perlahan.Dengan satu gerakan bertenaga namun teramat lembut, Dani mengangkat tubuh mulus Meisya, memindahkannya hingga wanita itu kini duduk mengangkang pasrah di atas pangkuannya.Sret,"Duduk yang diam di pangkuan saya, Nyonya," pangkas Dani serak dengan vokal berat yang bertengger kaku di udara.Dani mulai mengubah gaya penanganannya. Pri

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 133: Diberi Hukuman

    Pintu darurat privat di samping VIP lounge terbuka pelan.Dengan satu dekapan kencang di pinggang ramping sang nyonya, Dani membimbing langkah Meisya yang sempoyongan membelah area parkir khusus VIP yang sepi dan remang-remang.Langkah kaki Dani yang tegap dan mantap dengan sigap menyangga tubuh mulus Meisya yang hampir kehilangan tumpuan.Begitu sampai di samping SUV hitam yang terparkir strategis, Dani menempelkan kartu aksesnya.Pintu belakang mobil mewah itu terbuka otomatis, memancarkan pencahayaan temaram bernuansa biru keemasan dari dalam kabin."Tahan sebentar, Nyonya," geram Dani serak, mengikis jarak saat ia mendudukkan Meisya secara perlahan di jok kulit bagian belakang.Dani mendorong tubuh Meisya ke dalam kabin yang dingin oleh hembusan AC, lalu ikut merangkak masuk menyusulnya.Tangan tegap sang pengawal dengan cepat menutup pintu berat tersebut dari dalam.Brak! Klek!Sistem pengunci otomatis berbunyi nyaring, memutus total suara hiruk-pikuk club dari luar.Keheningan y

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 132: Tindakan Luar Kontrol di Puncak Pesta

    Dentuman bass musik deep house bergetar hebat menembus marmer VIP lounge, menyatu dengan pendar lampu sorot keemasan yang berputar kian kencang di udara.Gelak tawa para tamu kelas atas dan gemerincing gelas kristal bersulang mencapai puncaknya. Atmosfer di dalam ruangan privat itu membara oleh kemewahan yang tak terbatas.Di puncak keriuhan malam saat dentuman musik mencapai titik tertinggi dan seluruh tamu VIP berkumpul di sekitar meja utama, kesadaran Meisya sudah sepenuhnya dikuasai oleh rasa mabuk berat.Pandangan mata indah sang nyonya rumah berkabut tebal. Alkohol kadar tinggi yang membanjiri darahnya menyatu dengan sisa-sisa kelelahan fisik usai dipuaskan secara beringas di ruang privat beberapa saat lalu.Tubuh mulusnya bergaun malam emas itu tak lagi berdiri tegak secara presisi. Setiap sapuan napasnya terengah halus, menyebarkan aroma manis anggur dan tequila yang pekat.Dalam kondisi terpengaruh alkohol yang parah, kendali diri sang nyonya runtuh total.Dinding pertahanan

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 131: Kenapa Harus Takut?

    Melihat pengawalnya menjadi pusat perhatian dan pancingan godaan para sosialita, Meisya melangkah kembali ke area bar dengan percaya diri yang meluap."Seru banget kayaknya obrolan kalian di sudut sini?" potong Meisya dengan nada suara yang teramat manis namun beracun, langsung menyelip masuk ke tengah lingkaran antara Sheila, Clarissa, dan Venny.Meisya secara alami menyejajarkan posisi berdirinya di samping tubuh tegap Dani.Bahu mulusnya yang polos sengaja ditempelkan rapat pada lengan berotot sang pengawal, menciptakan kontak fisik yang langsung menegaskan batas kepemilikan.Konfrontasi halus terjadi di antara para wanita saat Meisya merebut kembali panggung perhatian dari teman-temannya.Sheila tersenyum canggung, menarik tangannya sedikit dari area bar.“Eh, Meisya! Ini lho, kita cuma lagi kagum sama kehebatan bodyguard kamu. Disiplin banget, diajak obrol santai aja jawabannya tetap kaku kayak tentara.""Iya nih, Sya," tambah Clarissa sambil memutar gelas cocktail-nya dengan taw

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 130: Godaan Para Wanita Sosialita

    Musik deep house bernada sedang merayap kian riuh menembus kerumunan tamu VIP.Di sudut bar privat yang bernuansa temaram, Dani masih berdiri tegap bagaikan pilar benteng yang tak tergoyahkan.Sikapnya yang tenang dan tatapannya yang tajam justru makin memikat perhatian para wanita di sekelilingnya.Belum sempat ketegangan dingin antara Dani dan Venny mereda, dua sosok wanita sosialita lainnya melangkah mendekat dengan langkah yang sedikit sempoyongan.Sheila dan Clarissa, yang sudah dipengaruhi beberapa gelas cocktail dan champagne, berjalan berdampingan sambil tertawa renyah.Mata mereka yang sayu dan berkilat nakal langsung mengunci sosok tegap sang bodyguard.Ketegangan di sudut ruangan makin berwarna saat Sheila dan Clarissa ikut bergabung mendekati bar privat tempat Dani berdiri tegak.Kedua wanita sosialita yang sudah agak terpengaruh alkohol itu mulai terang-terangan melancarkan godaan kepada sang pengawal."Duh, Mas Dani. Dari tadi berdiri di sini sendirian terus, enggak bose

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status