Arumi lantas menunduk, tidak berani menatap wajah Elang. “Tidak ada, Mas. Cuma ... obrolan biasa aja.”Elang mendekat, berhenti beberapa langkah dari Arumi. “Aku penasaran. Tapi kalau kamu belum mau cerita, nggak apa-apa.”Arumi menggigit bibir bawahnya, berjuang antara ingin memberitahu dan merasa malu. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengalihkan topik pembicaraan.“Mas Elang, aku mau buatkan teh. Mas mau teh?”Ada seringai tipis di wajah Elang, menyadari taktik menghindar Arumi. “Boleh. Aku tunggu di ruang tamu.”Ia berbalik dan melangkah pergi, Di ruang tamu, Elang menatap ke arah dapur, tersenyum tipis. Ia memang tidak tahu apa yang dibicarakan Arumi dan Kinanti. Tapi melihat Arumi tersipu dan gelagapan, membuatnya tersenyum.Arumi segera menyeduh teh hitam, menambahkan gula satu sendok teh ke dalam cangkir itu. Uap panas mengepul, membawa aroma khas yang menenangkan. Ia mengaduknya
Última actualización : 2026-08-26 Leer más