Arumi memperhatikan dari tempat tidur. Ia melihat Elang berbicara dengan suara pelan, sesekali mengangguk. Wajahnya semakin tegang, matanya menyipit seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.Setelah beberapa menit, Elang menutup telepon dan kembali ke sisi Arumi. Wajahnya masih serius, tetapi di matanya tampak ekspresi antara marah dan khawatir.“Ada apa, Mas?” tanya Arumi, khawatir.“Arumi, maaf. Aku harus ke pasar. Ada masalah sama pelangganku di pasar. Aku usahain bakalan cepet ke sini, ya?”“Hati-hati, Mas,” pesan Arumi sebelum Elang keluar dari kamarnya.Elang segera keluar dari rumah sakit, melajukan motornya. Ia membelah jalanan malam dan segera tiba di pasar tujuan.Di sana, Elang bertemu dengan pak Karto, sopirnya yang biasa mengantar pasokan sayur dari petani menuju pelanggan.“Mas Elang, untunglah Mas cepet datang ke sini.”“Ada apa, Pak?”“Mas, ini pedagang pada protes, katanya sayurnya busuk.”Elang terbelalak. Ia lalu mengikuti Pak Karto untuk melihat sayuran di ba
Última actualización : 2026-09-02 Leer más