Mereka meninggalkan pasar dengan suasana yang berbeda. Arumi duduk di belakang motor, tangannya mencengkeram pinggang Elang, tapi kali ini tidak ada senyum di wajahnya. Pikirannya masih berputar, mengapa Elang mengaku di depan Mak Tijah dan ibu-ibu itu bahwa mereka sudah menikah?Arumi menatap punggung Elang yang lebar, berharap pria itu menjelaskan. Tapi Elang hanya diam membawa motor melaju, tidak bicara sepatah kata pun.Sesampai di rumah, Elang langsung masuk ke kamarnya tanpa berkata apa-apa. Pintu kamar tertutup pelan, meninggalkan Arumi berdiri di ruang tamu dengan belanjaan di tangannya.Arumi menghela napas panjang. “Nanti saja aku tanya,” gumamnya. “Sekarang beresin belanjaan dulu.”Ia membawa kantong-kantong plastik ke dapur, mengeluarkan isinya. Bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, sayuran, dan ikan yang masih segar. Tangannya bergerak memilah dan menyimpan bahan makanan di tempatnya masing-masin
Last Updated : 2026-07-28 Read more