“Kalau Mas mau mandi, aku siapin makan siang dulu,” kata Arumi sambil membereskan peralatan bekas makan yang masih berserakan di meja.Elang mengangguk, melepas kemeja kotornya. “Iya. Kalau begitu aku mandi dulu, ya.”“Baik, Mas.”Arumi lalu menuju dapur. Ia membuka kulkas, mengambil terong ungu segar, telur, dan beberapa cabai merah. Tangan bergerak lincah memotong terong, merebus telur, dan menghaluskan bumbu. Aroma bawang dan cabai mulai menyebar di dapur kecil itu, menciptakan suasana hangat yang akrab.Ia juga menggoreng kerupuk sebagai teman makan siang. Minyak mendesis, kerupuk mengembang dengan cepat. Tapi saat ia mengaduk kerupuk di wajan, pikirannya melayang.Wajahnya tiba-tiba memanas.Tanpa sadar, ia tersenyum sendiri, mengingat saat Elang melepaskan kemejanya di sawah tadi pagi. Otot-otot lengannya yang tegas, bahunya yang bidang, dan cara ia memakai kaos putih tipis yang menempel di kul
Última actualización : 2026-08-23 Leer más