Mengingat bagaimana ekspresi Noval saat cemburu tadi, membuat Chandani ingin tertawa. Laki-laki itu berubah menjadi pendiam, tidak peduli kepadanya, dan tentu saja sedikit cemberut. Gerakan kakinya yang cepat ke sana ke sini, mata yang enggan menatapnya. Membuat Chandani, merasa sedikit gemas, dengan Noval.Ternyata laki-laki itu kalau cemburu, lucu ya? Batin Chandani.Chadani segera memeluk Noval dengan erat. “Tidak apa-apa kok mas Noval. Kalau mas Noval tadi cemburu. Berarti mas Noval memang suka sama aku.” Chandani lalu melepaskan pelukannya.Sepuluh jemari Noval mencengkram kedua bahu Chandani, dengan pelan. “Tentu saja aku suka sama kamu. Kalau nggak suka, ya aku nggak akan kayak gini.”“Kayak gini gimana?” Chandani penasaran.“Ya, kayak begini. Setiap hari mikirin kamu. Pengen selalu ketemu kamu. Rasanya aku selalu ingin di dekat kamu. Baru beberapa menit nggak ketemu kamu, rasanya rindu sekali.”“Contohnya kayak sekarang. Aku baru saja ketemu kamu, tapi kalau sampai rumah. Aku
Last Updated : 2026-08-14 Read more