Demi Tuhan, kata-kata Noval terdengar sangat indah. Chandani tidak menyangka, jika Noval akan memilih tetap bersamanya. Meskipun dia memiliki sakit yang tidak akan bisa sembuh. Chandani, semakin tidak bisa mengendalikan tangisnya. Seperti beban berat yang menumpuk tumpah ruah, Isak tangisnya semakin tidak terkendali. Noval lalu memeluk erat Chandani yang masih menangis.“Kenapa nangis?” tanya Noval sambil menatap wajah Chandani. Chandani tidak menjawab malah semakin menangis.“Ah, cantikku, jangan nangis dong.” Noval kembali memeluk Chandani. “Ya sudah, nangis saja dulu, habis itu kita makan es krim.”“Kayaknya, es krimnya agak meleleh.” lanjut Noval.Chandani melepaskan pelukan Noval dan lalu tersenyum. Tangisnya sudah mereda. Noval mengusap pelan rambut Chandani. Bibir laki-laki itu tersenyum. Wajah tampannya terlihat sangat teduh.“Sudah lega?” tanya Noval. Dia mengusap sisa air mata Chandani di pipi.Chandani mengangguk. “Ayo, makan es krim.”Tanpa aba-aba, Noval lalu menggendong
Last Updated : 2026-08-10 Read more