Share

Sandiwara dimulai?

Author: Pena_kinan
last update publish date: 2026-07-10 21:06:32

KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU 

BAB 5

“Doakan Bintara, ya, Tante. Semoga dia baik-baik saja.”

Mama Sandra mengangguk, tidak bisa dipungkiri jika air matanya kembali jatuh. 

Sanjaya langsung ikut duduk di sebelahnya. Membiarkan Sandra bersandar di bahu kekasih adiknya itu. 

“Maafkan Ardi, Tante.  Ardi tidak bisa menjaga Bintara dengan baik.”

Sandra menggeleng, detik berikutnya dia membenarkan posisinya menjadi duduk. Perempuan baik itu menatap Ardi lekat-lekat. 

“Ardi nggak salah, Nak. Ini semua musibah. Tante yakin semua sudah menjadi kehendak yang maha Kuasa.” Ardi mengangguk, Sanjaya ikut melakukan hal yang sama. 

Tidak berapa lama beberapa perawat keluar dari ruangan tersebut, hingga ada salah satu perawat yang justru berhenti sebentar untuk memberikan informasi. 

“Jika ada keluarga yang ingin menjenguk, sudah dipersilahkan. Tapi, satu satu, ya. Karena pasien masih butuh istirahat yang banyak.”

Mama Sandra langsung bangkit dari tempatnya berada. 

“Saya ibunya, Sus. Ijinkan saya untuk melihat anak saya.”

Suster tadi mengangguk lalu mengantar Sandra menuju kamar Bintara berada. 

Kini di ruangan tunggu itu tertinggal Sanjaya dan juga Ardi. 

Keduanya sama-sama diam, karena memang mereka tidak begitu akrab..

“Jujur, kenapa adik gua bisa kayak gini?!” tanya Sanjaya pada akhirnya. 

“Kita lagi ada kesalahpahaman sedikit, Kak.”

“Kesalahpahaman? Kalian berantem terus Bintara nyetir sendiri lalu kecelakaan?” Sanjaya langsung bisa menebak apa yang ada di dalam ot tak kakak iparnya itu. 

“Kurang lebih seperti itu, Kak. Saya sudah memberitahu jika semua masalah bisa diselesaikan. Tapi, Bintara lagi emosi, Kak. Jadi apapun yang aku ucapkan dia tidak mau mendengar, alhasil dia pergi dalam keadaan marah.”

Sanjaya mendengar penjelasan dari kekasih pacarnya hanya bisa mengangguk dan percaya. 

Tidak berapa lama di sela-sela obrolan kedua laki-laki itu tiba-tiba dari kejauhan tampak sosok Bella. Dia datang ke rumah sakit itu sembari memperlihatkan kesedihan palsu. Padahal kenyataannya Bella bahagia saat mendengar kabar berita sahabatnya itu kecelakaan. 

“Ardi, gimana keadaan Bintara, Ar?” tanya perempuan itu dengan air mata yang membasahi pipi. Ardi dan Sanjaya kompak berdiri bersamaan. Keduanya sama-sama menatap Bela, tetapi arah pandangan Bela hanya tertuju pada Ardi. 

“Bintara masuk ICU, Bel. Tante Sandra lagi di dalam,” ujar Ardi. Bela langsung menutup mulutnya, perlahan Isak tangisnya terdengar menyayat hati. Seperti seorang sahabat yang benar-benar sedih ketika mendengar keadaan temannya. Mesti kenyataannya, Bela adalah salah satu penyebab Bintara kecewa dan marah. 

“Bagus, Bintara. Sepertinya lebih baik kamu koma atau tidak bangun untuk selamanya,” batin Bela. 

“Sabar, Bel. Bintara pasti akan segera siuman. Doakan saja,” ucap Ardi. Tangannya spontan menepuk-nepuk lengan perempuan itu. 

Bela mengangguk lalu mengusap air mata palsunya. 

Tidak berapa lama Tante Sandra keluar, matanya sembab langkahnya lemah. Perempuan itu berjalan dengan langkah pelan, Bela yang melihatnya langsung mendekat.

“Tante ….”

Sandra yang melihat Bela langsung memeluk perempuan itu. 

“Bela ….” 

Sandra menyambut pelukan Bela dengan erat. Kedua perempuan itu kembali menangis bersamaan. Sedangkan Ardi dan juga Sanjaya hanya bisa diam dan melihat pemandangan menyedihkan di hadapannya. 

Tidak berapa lama, Tante Sandra yang lebih dulu mengurai pelukan mereka. 

“Dokter tadi bilang Bintara koma, Bel. Kita doa sama-sama buat Bintara, ya. Semoga dia lekas siuman.” Bela mengangguk tentu memasang wajah yang paling sedih. 

“Ardi, kamu bisa masuk ke dalam, Nak. Lihat Bintara,” titah Sandra. Ardi mengangguk. Lelaki itu lantas berjalan masuk ke dalam ruangan tadi perlahan. 

“Bel, tolong temani Ardi, ya. Tante takut dia terlalu sedih di dalam,” titah Sandra saat melihat punggung Ardi menghilang dari balik pintu. Bela mengangguk dia lekas menyusul Ardi masuk ke dalam sana. 

Ardi menatap Bintara yang berbaring di brankar dengan berbagai macam alat medis yang menempel di badannya. 

Matanya terpejam dengan beberapa luka di sekitar wajahnya. 

Langkah lelaki itu berlahan bergerak mendekat. Ditatapnya perempuan yang berstatus kekasih itu dengan nanar. 

Tangannya bergerak memegang tangan Bintara yang dingin. 

“Seandainya kamu mau mendengarkan aku, Bi. Pasti kamu tidak akan berbaring di sini. Cepat bangun, Sayang,” pintanya pelan. Ardi mencium punggung tangan Bintara lembut. 

Hingga tidak berapa lama Bela masuk ke dalam ruangan. Menyadari kekasih gelapnya itu datang membuat Ardi membenarkan posisinya berdiri. Tangan yang semula menggenggam jemari Bintara langsung terlepas begitu saja. 

Bela tidak melihat keadaan sahabatnya justru dia melakukan hal yang tidak terduga. 

Perempuan itu berjalan mendekat pada Ardi mengikis jarak keduanya hingga beberapa senti. 

“Jangan macam-macam, Bel. Disini ada cctv,” ucap Ardi pelan. Bela melirik ke arah samping, dimana ada banyak alat-alat medis disana. Bela pun tersenyum.

Detik berikutnya, Bela memutar hadap ke arah Bintara.  Dia tersenyum penuh kemenangan pada sahabatnya itu. 

“Bi, maaf, sekarang kamu lagi sakit. Jadi aku yang akan jagain Ardi buat kamu. Tapi, tenang. Aku bakal ngasih dia pelayanan yang memuaskan,” cicit Bela tanpa belas kasih. 

“Bel, sepertinya Tante Sandra sama Kak Sanjaya belum tahu apa-apa. Jadi, selama Bintara belum siuman, jangan sampai mereka tahu apa permasalahan kita sebenarnya,” bisik Ardi lagi. Bela mengangguk, itu artinya dia harus kembali bersandiwara. 

Bersambung 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    Bab 10

    KAU PILIH SAHABATKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMUBAB 10“Hanya perlu minta maaf dengan tulus. Berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Toh, kamu juga akan segera menikah. Aku akan memastikan Bintara kembali ke genggamanku. Setelah itu, semuanya akan berjalan seperti biasa."Bella menatap Ardi."Dasar serakah. Kamu maunya aku, tapi juga masih menginginkan Bintara."Ardi mencubit hidung Bella pelan."Memangnya kamu nggak serakah, apa kamu akan memilihku saja? Atau tetap menginginkan Arkana sekaligus aku? Bukankah kita sama-sama iblis?"Keduanya tertawa."Sudah, sekarang bersiaplah. Kamu harus menemui Bintara di rumah sakit. Jadilah pacar yang baik dan bertanggung jawab.”“Kamu juga harus ikut supaya kita terlihat sebagai sahabat dan pasangan yang sempurna di mata orang-orang bodoh itu."Bella kembali tertawa. Dia tidak menyangka Ardi berani menyebut keluarga Bintara sebagai orang-orang bo doh.***Sementara itu, Sanjaya duduk di sofa sembari menatap ponselnya. Kakak Bintara itu juga memiliki

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    BAB 9

    KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 9Arkana memilih pergi dari apartemen itu daripada melihat sesuatu yang terjadi di dalam sana. Lelaki itu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun, membawa hatinya yang remuk redam dan hancur berkeping-keping.Sesampainya di lobi apartemen, Arkana langsung masuk ke dalam mobil tanpa melihat sekeliling. Dia juga mengabaikan sapaan keamanan yang biasanya. Membuat para pegawai tadi mengernyit heran, karena biasanya Arkana akan selalu ramah. "Pulang ke rumah sekarang juga, Pak," perintahnya kepada sang sopir.Lelaki setengah baya yang duduk di kursi depan itu hanya mengangguk, lalu menjalankan mobil meninggalkan apartemen tersebut. Dia tidak berani bertanya. Sesekali hanya melirik ke arah bosnya melalui kaca spion.Arkana diam. Namun, tangannya mencengkeram jemarinya sendiri begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Perasaannya berkecamuk. Kecewa, marah, dan benci datang bersamaan. Dalam sekejap, rasa cinta yang selama ini memenuhi hat

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    pura-pura tidak tahu

    KAU PILIH SAHABATKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 8“Tante, boleh Arkana melihat Bintara?” tanyanya dengan sopan. Tante Sandra mengangguk.“Boleh, Arka. Silahkan.”Arkana langsung masuk ke ruangan dimana Bintara berada tentu setelah mengenakan baju khususnya. Arkana diam saja, dia memperhatikan wajah Bintara yang masih pucat. Dia juga melihat beberapa luka yang ada di tangan maupun wajahnya. Hingga tanpa dia sadari tiba-tiba tangan Bintara bergerak pelan. Arkana sedikit terkejut, tetapi dia tetap berusaha tenang. Berharap Bintara tidak panik saat melihatnya. Benar saja, tidak berapa lama Bintara membuka matanya. Orang pertama yang dilihat perempuan itu adalah Arkana. Pandangan keduanya bertemu, Arka diam begitu juga dengan Bintara. Namun, entah mengapa perempuan ini terus menatapnya. “Bintara,” sapa Arkana. Bintara masih menatapnya dengan lekat tanpa bicara sepatah katapun. Hingga saat lelaki itu berniat memanggil dokter tiba-tiba saja tangan Bintara meraih tangan Arkana. Lalu d

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    Menjenguk Bintara

    KAU PILIH SAHABATKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMUBAB 7“Bos, bukankah teman Mbak Bela juga ada yang di rawat di rumah sakit ini?”Langkah Arkana terhenti saat mendengar ucapan asistennya. Lelaki itu menoleh ke samping.“Bintara?”Asisten Arkana itu mengangguk. “Seperti yang dikatakan Mbak Bela tadi pagi, jika hari ini Mbak Bela nggak bisa nemenin Bos Arkana karena menunggu sahabatnya di rumah sakit.”Arkana masih menyimak. “Kenapa Bos nggak menjenguk sekalian. Biar sekalian bisa ketemu sama Mbak Bela.”Sang asisten seolah mengerti apa yang kini dirasakan bos besarnya itu. Ya, dia pasti sangat merindukan sang kekasih yang jarang bisa ditemui itu karena memiliki banyak alasan untuk menolak bertemu. Arkana sampai dibuat heran pada tunangannya itu, mereka sudah memiliki hubungan yang cukup serius. Namun, entah mengapa intensitas pertemuan mereka sangat minim. Arkana terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Bela terlalu sibuk dengan kekasih gelapnya. “Kamu cari tahu dimana ruangannya.

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    Sandiwara berhasil

    KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 6 Tidak berapa lama Bela dan Ardi keluar dari ruang ICU kini mereka berempat duduk di ruang tunggu. Sandra meraih tangan Bela, kemudian mengusap lembut punggung tangan perempuan itu. “Bela, terima kasih banyak, Nak. Kamu sudah mau menjadi sahabat Bintara. Kamu selalu ada di saat-saat dia membutuhkanmu,” ucap Sandra tulus. Bela tersenyum, lalu melirik ke arah Ardi sebentar. Sanjaya yang juga berada di sana tidak sengaja melihat pemandangan itu, entah mengapa hati lelaki itu terasa aneh. Bela seperti tengah menutupi sesuatu. Begitu juga dengan Ardi. Akan tetapi, Sanjaya lekas mengusir pikiran kacaunya. Bagaimanapun saat ini hanya mereka yang selalu ada untuk Bintara. “Kamu juga, Nak Ardi. Terima kasih banyak, kamu sudah menolong Bintara. Kalau tidak ada Nak Ardi, Tante nggak tahu gimana keadaannya sekarang.” Ardi menggeleng pelan. “Tante, nggak perlu berterima kasih sama saya. Itu sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga Bin

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    Sandiwara dimulai?

    KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 5“Doakan Bintara, ya, Tante. Semoga dia baik-baik saja.”Mama Sandra mengangguk, tidak bisa dipungkiri jika air matanya kembali jatuh. Sanjaya langsung ikut duduk di sebelahnya. Membiarkan Sandra bersandar di bahu kekasih adiknya itu. “Maafkan Ardi, Tante. Ardi tidak bisa menjaga Bintara dengan baik.”Sandra menggeleng, detik berikutnya dia membenarkan posisinya menjadi duduk. Perempuan baik itu menatap Ardi lekat-lekat. “Ardi nggak salah, Nak. Ini semua musibah. Tante yakin semua sudah menjadi kehendak yang maha Kuasa.” Ardi mengangguk, Sanjaya ikut melakukan hal yang sama. Tidak berapa lama beberapa perawat keluar dari ruangan tersebut, hingga ada salah satu perawat yang justru berhenti sebentar untuk memberikan informasi. “Jika ada keluarga yang ingin menjenguk, sudah dipersilahkan. Tapi, satu satu, ya. Karena pasien masih butuh istirahat yang banyak.”Mama Sandra langsung bangkit dari tempatnya berada. “Saya ibunya, Sus. Ijin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status