Tulisan kuno yang melayang di udara masih memancarkan cahaya keemasan ketika seluruh Aula Perjanjian tenggelam dalam keheningan. Tidak seorang pun mengucapkan sepatah kata. Bahkan Lu Yan yang sejak tadi terus tersenyum kini membelalakkan mata, seolah apa yang baru saja ditampilkan oleh peninggalan Kaisar Pendiri berada di luar dugaan seluruh pihak. Gu Qingyue berdiri mematung di tengah lingkaran cahaya. Napasnya terasa berat, sementara pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan yang tidak mampu ia jawab. Selama lebih dari dua puluh tahun hidup sebagai putri Adipati Gu, ia tidak pernah sekali pun meragukan kasih sayang kedua orang tuanya. Kini, hanya dalam beberapa kalimat, seluruh keyakinan itu mulai runtuh. Zhao Chen melangkah mendekatinya, tetapi berhenti ketika melihat sorot mata Gu Qingyue yang dipenuhi kebingungan. Ia ingin mengatakan sesuatu, namun tidak menemukan kata-kata yang tepat. Dalam dua kehidupannya, ia telah menghadapi perang, pengkhianatan, bahkan kematian. Namun meny
Last Updated : 2026-08-09 Read more