Gao Jin perlahan membalikkan tubuhnya. Cahaya lentera yang redup menerangi lorong batu, memperlihatkan seorang pria berjubah putih yang melangkah turun dengan tenang. Wajahnya tertutup topeng perak, sementara sebuah kipas lipat berada di tangan kanannya. Meski tidak membawa senjata, kehadirannya justru memancarkan tekanan yang jauh lebih mengerikan daripada enam pembunuh bertopeng yang ditemuinya malam sebelumnya. "Aku bertanya-tanya," ujar pria itu sambil berhenti beberapa langkah dari anak tangga terakhir, "berapa lama lagi kau sanggup menyimpan rahasia itu." Suaranya terdengar tenang, hampir seperti seorang guru yang sedang bercakap dengan murid lamanya. Gao Jin hanya tersenyum tipis, lalu menyelipkan kotak kayu hitam itu kembali ke balik jubahnya. "Sudah tiga puluh tahun," balas Gao Jin lirih. "Kalian masih belum menyerah." Pria bertopeng mengembangkan kipasnya perlahan. Di atas permukaannya tergambar seekor naga dan seekor gagak yang saling berhadapan, lambang yang belum perna
Last Updated : 2026-08-04 Read more