Cahaya obor menari di dinding gua bawah tanah. Bayangan ratusan peti kayu memanjang di antara tumpukan gandum yang tersusun rapi. Bau besi, minyak pelumas, dan kayu kering memenuhi udara. Tempat ini jelas bukan sekadar gudang penyimpanan. Ini adalah markas logistik. Wei Han membuka peti kedua. Lalu peti ketiga. Peti keempat. Isinya sama. Pedang, tombak, busur, anak panah, baju zirah, hingga perisai yang semuanya masih baru dan belum pernah digunakan. Seorang prajurit berseru pelan. "Jumlahnya..." "cukup untuk mempersenjatai ribuan orang." Gu Qingyue perlahan berjalan di antara peti-peti itu. Ia memperhatikan setiap tanda yang terukir pada kayunya. Kemudian ia berhenti. "Yang Mulia." "Lihat ini." Zhao Chen mendekat. Di sudut peti terdapat cap yang hampir dihapus menggunakan pisau. Cap itu berbentuk naga kecil. "Itu lambang..." Xu Liang yang ikut bersama rombongan langsung membeku. "Itu lambang Bengkel Senjata Kekaisaran." Wei Han menoleh tajam. "Berarti senjata-s
Last Updated : 2026-07-30 Read more