Aku dikelilingi banyak sekuriti.Kalaupun teman-teman sekelasku masih ingin memukulku lagi, mereka tak akan bisa.Lagi pula, amarah mereka tadi sudah cukup terlampiaskan.Sekarang, yang paling penting adalah masalah kuliah.“Itu benar, Lisa! Cepat panggil ayahmu ke sini! Kamu harus memberi kami penjelasan!”“Iya! Kalau ibuku tahu aku gagal masuk kuliah, dia pasti membunuhku!”Keringat dingin mulai membasahi dahi Lisa.“Ayah… ayahku sangat sibuk. Kurasa dia nggak punya waktu datang ke sini.”“Telepon dulu! Kalau belum dicoba, gimana kamu tahu?”Di hadapan begitu banyak orang, Lisa mengeluarkan ponselnya.Dengan gerakan lambat, dia mulai menelepon.[Halo, Yah? Oh… Ayah lagi sibuk? Baiklah.]Dia mengetuk layar ponselnya beberapa kali.“Dengar sendiri, ‘kan? Ayahku memang lagi sibuk. Sekarang dia lagi ada proyek bernilai triliunan. Kalau sampai tertunda gara-gara urusan kalian, memangnya kalian sanggup tanggung jawab?”Mendengar ucapannya, teman-teman sekelasku langsung ciut.Tak seorang p
Read more