Orang itu adalah Lionel.Dia mengenakan pakaian kasual yang kusut dengan rambut berantakan, dan tatapan mata yang sangat kuyu. Dia tampak seperti orang yang berbeda dari sosok Pak Lionel yang dulu selalu tampil penuh wibawa.Begitu melihatku, matanya seketika berbinar. Dia bergegas melangkah lebar menghampiriku."Devara, kamu benar-benar di sini!"Suara Lionel terdengar sangat serak, menyiratkan rasa bersalah yang mendalam. "Aku mencarimu ke mana-mana, akhirnya aku menemukanmu!"Aku mengernyitkan dahi, lalu refleks menggeser dudukku merapat ke arah Gerald.Gerald dengan sigap menggenggam tanganku erat, lalu menatap Lionel dengan dingin namun tenang."Tuan Lionel, ada yang bisa kami bantu? Devara sekarang adalah pacarku, rasanya kurang pantas kalau Tuan Lionel terus mengganggunya."Wajah Lionel seketika memucat. Dia menatapku, lalu beralih menatap tangan Gerald yang menggenggam tanganku. Matanya memancarkan rasa sakit dan penyesalan yang luar biasa."Pacar? Devara, apa kamu benar-benar
Read more