"Maafkan saya, Nyonya Stella," bisik Suster Syahnaz pelan, nada suaranya terdengar sangat tulus dan penuh simpati. "Saya tadi ingin menyela, soalnya jengkel juga lihat si komentar berani banget si dokter Fiona, tapi untungnya, Nyonya udah langsung balas dengan berani, sungguh membuat saya kagum. Jujur, sejak awal masuk pembawaan Dokter Fiona memang terasa terlalu campur tangan untuk ukuran dokter pribadi."Stella memutar tubuhnya, mengulas senyum tipis yang hangat kepada perawat itu. "Tidak apa-apa, Sus. Terima kasih sudah mengerti. Tolong bawa saja sisa sarapan ini ke bawah.""Baik, Nyonya. Jika Nyonya butuh bantuan, saya ada di ruang sebelah," jawab Syahnaz sopan sebelum melangkah pergi membawa nampan kayu.Setelah sang perawat pergi, raut wajah Stella seketika berubah."Fiona sepertinya bukan cuma sekadar dokter pengawas biasa," batin Stella seraya melangkah masuk ke dalam kamar utama dan mengunci pintu. "Sepertinya dia sengaja datang kesini. Mungkinkah, dia sengaja memasak masakan
آخر تحديث : 2026-09-12 اقرأ المزيد