Share

Mengalah

Author: Nic Arhsy
last update publish date: 2026-09-14 19:51:29

Pintu kamar utama mendadak terhempas kembali tatkala Sean memaksakan tubuhnya masuk, menolak dorongan Stella dengan sisa kekuatan fisik yang dimilikinya. Beban tubuhnya yang berat membuat Stella terdesak beberapa langkah ke belakang. Uap alkohol yang pekat serta aroma parfum asing beraroma manis menyengat kian menyebar, memenuhi tiap sudut ruangan dan menghancurkan rasa nyaman yang tersisa.

"Lepaskan aku, Sean!" bisik Stella penuh penekanan. Napasnya terengah, matanya menyala menahan lonjakan e
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (25)
goodnovel comment avatar
E❤️‍🩹A
apa noda lipstik itu suruhan Fiona yah biar Sean dan Stella bertengkar sprti ini ......
goodnovel comment avatar
Sri Yati
Fiona senang mendengar sean dan Stella bertengkar.. jadi bisa dipastikan fiona ada hubungannya dengan ini
goodnovel comment avatar
Sri Yati
sepertinya sean memang sengaja dijebak deh, agar rumah tangganya dengan stella hancur berantakan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   UMKM

    Dua bulan berlalu dengan cepat di Pedalaman. Perut Stella kini makin membuncit anggun seiring usia kandungannya yang telah menginjak tujuh bulan. Suasana halaman klinik kayu yang biasanya sepi hari itu tampak berhias janur kuning sederhana dan lambaian kain putih. Harum aroma bunga setaman dan masakan olahan warga membubung tinggi di udara sore yang sejuk.Di tengah-tengah kerumunan warga yang hadir, Iptu Satria berdiri tegap mengenakan kemeja batik kasual, dengan telaten mendampingi Stella yang duduk anggun di karpet permadani yang dibawa Satria dari Jakarta. Bagi seluruh warga desa, Satria adalah sosok suami idaman yang rela menembus hutan dan sungai demi mengunjungi istri tercintanya di sela-sela kesibukannya di kota.Acara syukuran nujuh bulanan ini sebenarnya berawal dari desakan halus Satria. Pria itu ingin memastikan Stella merasakan kebahagiaan dan kehangatan layaknya seorang calon ibu normal, tanpa harus merasa terisolasi atau terbuang.Pak Kades melangkah ke depan barisan wa

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Rapat

    "Dokter Stella, bagaimana kalau masalah pembayaran kita tetapkan saja sekali berobat dua puluh ribu?" tanya Pak Kades pagi itu.Pria paruh baya itu datang tidak sendirian, melainkan memboyong para ketua RT serta puluhan perwakilan warga desa yang memadati halaman tempat tinggal sekaligus klinik sederhana milik Stella. Suasana pagi yang biasanya tenang kini berubah riuh oleh bisik-bisik dan gumaman penuh harap dari masyarakat desa.Stella yang sedang menyapu teras tertegun sejenak. Ia meletakkan sapunya dan menatap Pak Kades serta kerumunan warga dengan kening berkerut."Dua puluh ribu?" ulang Stella pelan. Ia menggelengkan kepala dengan raut wajah tidak setuju. "Saya rasa kemahalan, Pak. Warga di sini kan kategori sulit mendapat uang. Hasil berkebun dan mencari ikan saja sering kali hanya cukup untuk makan sehari-hari. Saya minta ganti uang obat saja kalau misalnya memang harus bayar."Mendengar penolakan halus dari Stella, sorak gumaman ketidaksetujuan langsung terdengar bersahutan d

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Kades

    "Penerbangan dari Jakarta mendarat tepat waktu di Heathrow, Tuan. Semua persiapan untuk pengamanan dan acara esok hari sudah rampung seratus persen."Seorang perwakilan manajemen hotel berbintang lima di kawasan Mayfair, London, menunduk hormat seraya menyerahkan kunci elektronik kamar presidential suite kepada Samuel. Di belakangnya, Sean berdiri memandangi interior megah lorong hotel yang berdinding kayu mahogany dan berkarpet tebal.Sean tidak langsung masuk ke kamarnya. Pria itu melepas jas abunya, menyerahkannya pada asisten pribadi, lalu mengisyaratkan Samuel untuk mengikutinya menuju ruang tengah suite yang menghadap langsung ke keindahan pemandangan kota London malam hari."Setiap media di Eropa sudah mengonfirmasi kehadiranmu untuk pembukaan esok pagi, Sean," ujar Samuel seraya menuangkan air mineral ke dalam gelas kristal. "Malam ini nama Anderson Group mendominasi kolom ekonomi di hampir seluruh saluran berita utama."Sean melangkah mendekati jendela kaca raksasa, menatap g

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Berita

    Dua hari kemudian, Bandara Internasional Soekarno-Hatta geger oleh kedatangan rombongan eksekutif Anderson Group. Puluhan awak media nasional dan internasional sudah menyemut di area keberangkatan VIP sejak subuh. Kilatan lampu kilat kamera saling bersahutan tanpa henti saat sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depan pintu masuk terminal.Sean Anderson turun dari mobil dengan setelan jas abu-abu gelap buatan penjahit ternama Milan. Perawakannya yang tegap, bahunya yang kokoh, serta sorot matanya yang dingin namun berkilat tajam langsung menjadi pusat perhatian seluruh pasang mata di ruangan itu. Tidak ada lagi sisa-sisa pria rapuh yang hancur berantakan beberapa pekan lalu. Di sampingnya, Samuel berjalan mendampingi dengan tas dokumen tebal, dijaga ketat oleh belasan pengawal berbadan tegap."Pak Sean! Apakah benar Anda akan menghadiri Global Business Forum di London?""Bagaimana tanggapan Anderson Group mengenai rumor ketidakstabilan internal belakangan ini?""Pak Sean, bisakah

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Handsome

    "Cintaku memang sudah dibawa pergi oleh istri dan calon anakku. Tapi, tanggung jawab sebagai suami dan calon ayah membuatku harus membuktikan bahwa aku sosok yang layak. Selain itu, aku adalah nafas Anderson Group dan aku harus berdiri tegak dan sehat agar puluhan ribu orang dibawah Anderson Group bisa terus menjalani hidup mereka dengan penghasilan merkea yang tetap berjalan.”Sean menjawab dengan nada yang begitu tenang, tanpa ada sedikit pun getaran ragu di suaranya. Pria itu berjalan perlahan melintasi karpet tebal ruangan kerjanya, lalu mendudukkan diri di kursi kebesarannya. Sorot matanya yang tajam menatap Samuel dan Leonel bergantian, memancarkan aura kepemimpinan yang sempat redup selama beberapa pekan terakhir."Sean, aku paham kamu mau membuktikan diri," ujar Samuel seraya melangkah mendekati meja kerja, dahi berkerut cemas. "Tapi menghadiri forum bisnis seluas itu di London berarti kamu akan langsung berhadapan dengan kamera media internasional, relasi bisnis, dan puluha

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Obat dan Kebangkitan

    "Ste, pastikan stok obatmu cukup, ya? Nanti kapan kamu senggang, kamu bisa stock opname. Minta bantuan warga sekitar sebagai admin kamu dua orang. Jadi lebih mudah. Aku tidak mau kamu sembarangan menerima donasi obat."Tulis Satria pada pesan singkatnya membuat Stella yang baru saja istirahat memeriksa pasien tertegun sejenak.Stella membaca pesan itu tidak langsung membalas. Dia bergumam pelan. "Mas Satria kok malah minta aku cari admin, gaji dari mana? Aku gak mungkin terus berhutang sama dia. Stok obat sama uang peganganku selama di sini saja sudah sangat banyak. Apalagi semua rekening atas nama pribadiku diblokir Sean."Jemarinya lalu bergerak lincah menekan layar ponsel, membalas pesan tersebut."Mas kalau cuma cek stok obat ga perlu admin lah. Aku tidak terbiasa dekat dengan orang baru, ditambah ini lingkungan baru, jadi aku tidak mau kehadiran mereka justru mengetahui sesuatu yang kita rahasiakan."Ponsel di genggamannya bergetar, Satria membalas cepat."Oke gak masalah, yang p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status